Skip to main content

Posts

Showing posts with the label Football

Jangan Jadi Pemain Sepak Bola di Indonesia !!

Judulnya provokatif bukan? Memang sengaja saya seperti itu. Dan semoga banyak yang terprovokasi. Bagaimana tidak, sepakbola sebagai cabang paling populer di Indonesia, membuat banyak anak-anak ingin jadi pemain bola terkenal. Belum lagi orang tua yang ingin anaknya menjadi pemain timnas kemudian menjadi kebanggaan bangsa, negara, keluarga. Saya kok malah menyarankan sebaliknya. JANGAN JADI PEMAIN SEPAKBOLA DI INDONESIA!!

Program Bapak Asuh Timnas U19, Deja Vu Mister Cepek

Membaca berita di Koran Sindo http://www.koran-sindo.com/node/343710 tentang program bapak asuh bagi pemain Timnas U19 yang memberikan kesempatan klub-klub untuk mengontrak selama 4 tahun pemain-pemain Timnas U19 dengan banderol 1 Milyar per pemain.           Kebijakan ini patut dikritisi, kenapa?

Semi Final AFF U19 vs Menpora Cup 2013; Sebuah Ironi.

Bukan Roy Suryo kalau tidak bisa membuat heboh dunia persilatan olahraga terutama sepakbola Indonesia. Setelah beberapa minggu lalu, jadi berita karena tidak hafal lagu kebangsaan Indonesia Raya saat menenangkan suporter   di pertandingan antara Persija Jakarta menghadapi Persib Bandung, yang digelar di Stadion Maguwoharjo Sleman Yogyakarta, Rabu (28/8/2013) sore.

#SaveGarudaMuda

Akhirnya Timnas  U19 lolos ke semifinal AFF Cup U19. Catatan manis ditorehkan tim asuhan Coach Indra Sjafri selama fase group,yakni menang 3x [5-0 lawan Brunei, 2-1 vs Myanmar, dan 3-1 menaklukkan Thailand], kemudian 1x kalah dari Vietnam, dan 1x seri lawan Malaysia, sekaligus menyingkirkan Malaysia yang membutuhkan sebuah kemenangan untuk dapat lolos Semifinal.

Kuda Troya Itu Bernama Djohar Arifin Husin

Di mitologi Yunani, istilah Kuda Troya muncul saat terjadinya Perang Troya antara Kerajaan Troya dan Pasukan Yunani. Sejatinya Kuda Troya adalah sebuah Kuda raksasa terbuat dari kayu, yang ditinggalkan begitu saja oleh pasukan Yunani di pinggir kota Troya. Pasukan Yunani berpura-pura kalah karena sudah bertahun-tahun menyerang Kerajaan Troya dan gagal menaklukkannya. Dan Kuda Troya itu tadi tidak sekedar Kuda Kayu Raksasa, tetapi didalamnya diisi sejumlah pasukan Yunani.  Melihat pasukan Yunani yang mundur teratur, Pasukan Troya bergembira dan segera menarik Kuda Troya tadi masuk ke Kota Troya. Malang tak dapat di tolak. Di saat mereka lengah, tentara Yunani yang disusupkan tadi berhasil membuka pintu gerbang kota Troya yang membuat Pasukan Yunani berhasil masuk dan memporak-porandakan Kota Troya. Dan mereka menang perang. Analogi Kuda Troya diatas, persis seperti peran yang dimainkan Djohar Arifin Husin di konflik PSSI sekarang ini. Djohar Arifin Husein menjadi soso...

Saat Sepakbola Tidak Menarik Lagi

Indonesia bisa dinobatkan negara yang paling sering menyelenggarakan Kongres Federasi Sepakbola [PSSI]. Dalam 2 tahun ini tercatat ada 10 kali yang konon namanya Kongres baik itu Federasi Resmi maupun yang mengaku resmi [KPSI]. Majukah Sepak Bola Indonesia? Tidak. Justru membuat sepakbola Indonesia menjadi semakin tidak menarik. Indah seandainya headline media tentang sepak bola adalah Juaranya Timnas Indonesia entah di level Asia Tenggara atau mungkin Asia. Sayang terjadi sebaliknya. Konflik, saling klaim, kudeta antar pengurus lebih mendominasi berita media. Kemana Pembinaan Usia Dini? Kompetisi yang sehat dan JUJUR ? Belum lagi berita pemain bola yang belum digaji meski kompetisi sudah selesai. Bahkan ada pemain asing sakit, dan tidak mendapat perawatan yang selayaknya yang berakhir kematian. Untuk pulang ke negaranya pun dia tidak mampu. Entah sampai kapan carut marut sepakbola Indonesia imi berlangsung. Padahal disaat yang sama, anak-anak Indonesia rame-rame berlatih dan be...

Menebak Kebijakan Menpora, Menyelesaikan Konflik Sepakbola

Roy Suryo yang bernama lengkap Kanjeng Raden Mas Tumenggung Roy Suryo Notodiprojo, hari Jumat 11 Januari 2013 ditunjuk menjadi Menteri Pemuda dan Olah Raga menggantikan Andi Alfian Malarangeng yang mengundurkan diri karena menjadi tersangka di kasus Hambalang. Bukan Roy Suryo kalau tidak memantik kontroversi. Latar belakangnya sebagai Sarjana Komunikasi di Universitas Gajah Mada, dan rekam jejaknya selama ini [ http://id.wikipedia.org/wiki/Roy_Suryo ] tidak pernah bersentuhan dengan dunia sepakbola, dimana menjadi isu panas akhir-akhir ini. Menarik rasanya menebak arah kebijakan menpora baru ini untuk mengatasi Kudeta Sepakbola yang sudah berlangsung hampir setahun terakhir ini. Berikut ini beberapa pernyataan Roy Suryo mengenai permasalah sepak bola Indonesia: Intervensi : "Bahkan, demi menyelesaikan kemelut organisasi sepak bola yang menurut FIFA hanya ada satu di setiap negara, Roy berjanji akan melakukan intervensi sekalipun risikonya Indonesia di- banned F...

Prof Djohar Arifin, sudahlah....

Siapakah Djohar Arifin? Sejujurnya saya tidak pernah mendengar namanya kecuali saat dia behasil menjadi Ketua PSSI menggantikan Nurdin Halid. Walaupun kata orang, Sang Profesor ini sudah berganti berbagai macam profesi, mulai dari pemain bola, wasit, dosen, hingga di Kementrian Pemuda Olahraga, tapi ya baru tahu saat dia menang. Dikalangan lingkungan PSSI dan aktivis sepakbola, Prof Djohar ini terkenal dengan julukan "Mbah Maridjan", maklum sosok Prof Djohar dengan rambut ubannya mengingatkan kita ke juru kunci Gunung Merapi ini.  Banyak harapan tertumpu kepadanya. Bagaimana tidak, dia didukung kubu revolusi sepakbola Indonesia yang sudah sangat gerah dengan kondisi  sepakbola Indoneaia yang rusak parah.  Dan yang ditumbangkan tidak main-main, kubu status quo yang didukung mafia sepakbola yang sudah mengakar kuat di sepakbola Indonesia. Tidak usah diragukan lagi sholat lima waktunya Prof Djohar. Pernah saat acara buka bersama di Griya Jenggala, saat sudah masuk wakt...

Nil Maizar, Dari Tanah Palestina Ke Kuala Lumpur

Tanah Palestina yang sedang bergejolak, telah lama melahirkan pejuang-pejuang sejati. Anak-anak Palestina bersenjatakan batu, dengan gagah berani melawan tank-tank Israel. Tak hanya anak-anak, wanita Palestina dikenal sebagai wanita yang telah melahirkan jutaan pejuang dan syuhada. Tidak sedikit dari mereka ikut berjuang di garis depan, bersama anak dan suami. Dari tanah para pejuang itulah Nil Maizar, menuliskan sejarah awal kepelatihannya di Tim Nasional Indonesia, bersama anak-anak muda bangsa Indonesia yang juga sebagian besar dari mereka baru merasakan kebesaran Jersey berlambangkan Burung Garuda. Bukan nama besar yang mereka miliki, tapi kebesaran semangat dan kesucian hati untuk menegakkan nama Indonesia di bumi para pejuang. Nil Maizar itu ibarat jenderal perang yang tengah membawa pasukan untuk menegakkan panji-panji kebesaran bangsa. Kalimat-kalimat yang keluar dari seorang Nil Maizar, ibarat bahan bakar yang membakar semangat Timnas untuk tetap dalam kebersamaan, keikhla...

Good Bye KL, We'll be back to WIN !! #AFF2012 (5-habis)

Sudah hampir sejam berlalu sejak peluit panjang dibunyikan, kami masih tertahan di luar Stasiun Bukit Jalil. Antrian token sementara ditutup karena antrian sudah panjang mengular untuk naik ke LRT. Kami semua terdiam, sudah tidak ada gairah untuk diskusi mengenai jalannya pertandingan tadi.  Hanya perasaan kesal, lelah, dan entahlah..semua jadi satu. Seakan jadi misteri, kenapa Timnas Indonesia susah sekali mematahkan dominasi Harimau Malaya di Bukit Jalil ini. Meskipun kita pernah mengalahkan mereka di GBK saat final Aff 2010 2nd leg, tapi rasanya dendam ini belum terbayarkan jika belum mengalahkan mereka di kandang harimau ini. Padahal saat ini moment yang pas untuk melakukannya. Jika tadi menang, ada 2 hal paling tidak yang sangat bernilai. Yakni lolos ke semifinal, dan membuat Malaysia tersingkir. Sayang, Takdir Tuhan menentukan lain. Sebelum berangkat, saya sudah menyiapkan diri jika seandainya kalah. Terutama mental, menyakitkan memang. Jauh-jauh datang ke Bukit Jalil untuk m...

Stadion Bukit Jalil, Catatan Perjalanan di AFF2012 [4]

Bukit Jalil, sebuah daerah perkebunan yang sekarang menjelma menjadi sebuah kompleks olahraga nasional Malaysia saat menjadi tuan rumah Commonwealth Games 1998. Berkapasitas 110.000 tempat duduk, Stadion Bukit Jalil menjadi salah satu dari 10 stadion terbesar di dunia. Salah satu yang menarik di Bukit Jalil, terutama buat orang Indonesia, adalah adanya LRT Station. Karena hal ini tidak kita temukan di Indonesia, sebuah stadion yang terintegrasi dengan stasiun kereta. Di Bukit Jalil station ini pula digunakan sebagai tempat syuting film Entrapment [1999] yang dibintangi oleh Sean Connery dan Catherine Zeta Jones. Cuma saat itu nama Bukit Jalil Station diganti menjadi PUDU. Jarak antara Bukit Jalil station ke Stadion sekitar 10 minutes walking distances. Dan sesuai pesan yang kami terima, bahwa suporter Indonesia disarankan untuk tetap berkelompok, kami berjalan dari LRT Station ke stadion mengular panjang. Dan barisan semakin panjang dan banyak karena sudah banyak suporter Indon...

Catatan Perjalanan Ke Kuala Lumpur #AFF2012 [3]

Menuju Bukit Jalil Perjalanan ke Stadion Bukit Jalil sore itu kami mulai dari Stasiun Bukit Bintang. Dari beberapa akun twitter, kami mendapat informasi bahwa salah satu meeting point suporter Indonesia adalah Stasiun Bukit Bintang. Kenapa disana? Karena banyak suporter Indonesia yang khusus datang ke KL, menginapnya tidak jauh dari wilayah Bukit Bintang. Tidak kali ini saja suporter Indonesia menginap di sekitar Bukit Bintang, tetapi juga saat Final AFF 2010 lalu. Disini memang banyak pilihan penginapan. Mau model hostel dengan sharing kamar, serta kamar mandi yang murah meriah ada. Atau mau hotel sekelas Tune Hotel seperti punyanya Air Asia juga ada. Yang lebih mahal dari pada itu juga tinggal pilih. Belum lagi pilihan makanan. Makanya banyak orang Indonesia yang memilih tinggal disini. Dari hotel kami sudah memakai jersey merah kebanggaan. Takut karena di negeri orang? TIDAK!! Sepanjang kami berkelompok dan tidak berberbuat onar, kami tidak takut. Kami berkumpul dibawah tangga...

Catatan Perjalanan Ke Kuala Lumpur #AFF2012 [2]

Sabtu Pagi,1 Desember 2012, hari yang sudah saya nantikan hampir setengah tahun ini akhirnya tiba. Ya, perjalanan ini memang sudah saya rencanakan sekitar bulan Agustus 2012, saat jadwal Timnas di Piala AFF 2012 dirilis panitia dan melawan Malaysia jatuh di hari Sabtu tanggal 1 Desember, tanpa pikir panjang, saya bilang saya harus berangkat ke KL untuk match ini. Berangkat Jumat pulang Minggu,sepertinya pas tidak terlalu terburu-baru. Baik itu Pre-Match maupun Post-Match nya. TIKET Pagi itu di lobby hotel, saya bersama Satrio dan Adi, sedang menghitung berapa tiket yang kami butuhkan. Karena ada beberapa titipan tiket dari teman yang sudah janjian dengan kami di Kuala Lumpur. Tercatat ada 15 tiket yang harus kami beli pagi ini. Akhirnya kami bertiga dengan taksi menuju ke KBRI Kuala Lumpur berburu tiket. Dipikiran kami, wah pasti antri panjang nih. Maklum, ini pertandingan yang dinantikan banyak baik yang khusus berangkat dari tanah air seperti kami, ataupun WNI yang tinggal di...

Catatan Perjalanan Ke Kuala Lumpur 30/11-2/12 #AFF2012 [I]

Jumat Pagi tanggal 30 Nov 2012, saat teman-teman kantor sedang berada di Lampung dalam rangka Company Outing, Express Taxi sedang membawa saya menuju Bandara Soekarno Hatta. Ini, kali pertama saya melakukan perjalanan ke LN dengan biaya sendiri. Dan berdasarkan catatan di paspor saya, ini perjalanan ke 4 saya ke Kuala Lumpur. Di counter check in Lion Air, si Mbak berbasa basi, "mau nonton bola mas? (..wiih dipanggil mas hehehe). Hari ini flight ke KL penuh, banyak yang mau nonton bola.Bahkan tadi ada yang bawa spanduk gedhe, beratnya sampai 55kg!!" Buset kena charge berapa tuh? Sempat penasaran juga, spanduk apa yang dibawa. Yang kemudian di Bukit Jalil, baru saya paham spanduk yang dibawa adalah Bendera Merah Putih ukuran raksasa. Entah siapa yg bawa. Karena tercatat ada 3 Merah Putih raksasa yang terbentang di Bukit Jalil saat pertandingan. Perjalanan ke KL tidak terasa lama, karena kebetulan ada temen ngobrol, Bang Toba, temen dari Jakarta yang kebetulan flight nya sam...

Nasionalisme Lapangan Hijau

Kapan terakhir anda menyanyikan lagu kebangsaan kita, Indonesia Raya? Atau jangan-jangan anda malah tidak hafal lirik lagunya? Sebenarnya sejak lulus SMA, sepertinya saya sendiri tidak pernah lagi menyanyikan Indonesia Raya. Dulu tidak cuma saya, kalian semua juga menyanyi karena mengikuti upacara bendera tiap hari senin. Itu juga kalau nyanyi sendiri belum tentu ingat liriknya. Ya nggak? Bahkan dulu pun waktu setiap hari senin menyanyikannya, sejujurnya tidak ada semangat atau kebanggaan yang muncul dalam diri saya. Kenapa? Ya karena terpaksa. Terpaksa harus ikut upacara, terpaksa harus menyanyi lagu kebangsaan. Jadi ya mengalir begitu saja. Tapi semua berubah sejak sering melihat penampilan Timnas di Stadion GBK. Saat sebelum pertandingan Timnas melawan Timnas dari negara lain, pasti dikumandangkan lagu kebangsaan dari kedua bangsa. Dari situlah muncul semangat, getaran dalam hati yang muncul seketika dengan sendirinya. Tidak melalui paksaan ala Upacara Bendera. Ditambah lagi m...

Penonton Layar Kaca

Ada seorang teman, dia penyuka sekali sepak bola. Hampir seluruh siaran langsung di malam minggu tidak terlewatkan. Terutama Liga Inggris. Dia suka sekali Manchester United. Salut, karena saya melihat lebih dari satu pertandingan dalam semalam sudah terasa bosan. Entahlah,mungkin saya tidak termasuk maniak bola. Tapi ada yang menarik, pernah saya tanya, "pernah nonton bola di stadion?". Menariknya jawabannya adalah TIDAK! Sekalipun dia belum pernah menginjakkan di stadion untuk menyaksikan pertandingan sepakbola. Buat saya ini suatu hal yang aneh. Bagaimana tidak, seorang yang menghabiskan waktunya di akhir minggu dari sore hingga pagi untuk melihat siaran langsung bola, tapi tidak pernah ke stadion. Bagi sebagian orang, datang ke stadion seperti ritual yang wajib dijalani. Bagi sebagian yang lain mungkin sulit untuk memahaminya. Menunggu akhir minggu datang, menyiapkan jersey kebanggaan (walaupun KW ke sekian), masing-masing punya kebiasaan sendiri. Yang ekstrem, merek...

Beli Klub Bola Indonesia, Beli Pepesan Kosong?

Kenapa saya bilang membeli pepesan kosong? Sejujurnya kalo kita telaah lebih dalam, jika sebuah klub sepak bola Indonesia dijual, sebenarnya apa sih yang dia jual? Mari kita lihat satu persatu. Stadion Adakah kesebelasan kita yang punya stadion? Karena kebanyakan bahkan hampir semua stadion di Indonesia adalah milik pemerintah daerah. Tidak ada yang milik swasta. Dan celakanya tim-tim di Indonesia menggunakannya sistem sewa jangka pendek. Bahkan mungkin jangka sangat pendek. Bisa sewa per pertandingan, sedangkan pada waktu latihan menggunakan lapangan lain yang lebih murah. Jadi tidak ada stadion di Indonesia yang menjadi aset kesebelasan di Indonesia Pemain Mayoritas pemain di Indonesia dikontrak jangka pendek, yakni satu tahun. Kenapa? Karena tim di Indonesia hampir semuanya mengandalkan pembiayaan dari APBD yang berdurasi satu tahunan. Jadi anggaran ada setahun sekali. Maka tidak ada tim yang berani mengontrak pemain lebih dari setahun, karena tidak ada yang bisa memastikan b...

Alasan Kenapa Klub Pindah ke LPI

1. Sakit hati "dikerjain" di liga sinetron 2. Cuma cari pengganti APBD, pengelolaan profesional? Kelaut aja. 3. Alat kampanye buat pemilu 2014, bisa jadi dia nggak dpt tempat di liga sinetron. 4. Membuat klub yg benar2 profesional. Dari 19 klub yg ada, saya yakin cuma sedikit akan benar prof. Semoga perkiraan saya salah.

B-3-PE

BEPE, alias Bambang Pamungkas. Striker Persija sekaligus Timnas Indonesia. Salah satu pemain Indonesia paling konsisten penampilannya di lapangan bola. Di Koran Tempo hari ini, ada kolom yang mengulas tentang BEPE, dan yang menarik ada informasi bahwa di punya website www.bambangpamungkas20.com . Iseng-iseng saya klik, dan mmmm bener-bener lain-lain dari pada yang lain. Terutama jika dibandingkan pemain bola lokal lain. Boro-boro mikir website, mikir duit dapur aja sudah pusing. Disini bisa kita dapat banyak informasi mengenai kiprahnya dia di timnas, maupun di klubnya. Dari sini juga kita bisa tahu bagaimana kejadian antara pelatih Libya, dan pelatih kiper Sudarno, hal itu akan sulit kita dapatkan di media cetak yang umumnya sudah antipati dengan PSSI. Salah satu yang paling menarik adalah cerita Bambang, saat pertama kali akan ke Eropa. Dia tuangkan dalam 5 buah tulisan. Cuma, dari sekian banyak informasi, ada satu yang paling saya cari tapi tidak ketemu. Yakni, Mengapa Bambang Pamun...

Masa Depan Suram Sepak Bola Indonesia

Tiada hari tanpa berita buruk tentang sepak bola Indonesia. Beberapa waktu lalu, ramai dibicarakan mengenai rencana penjualan sejumlah klub-klub peserta Liga Indonesia. Menyusul rencana pelarangan penggunaan APBD untuk klub-klub sepak bola milik Pemda yang berpartisipasi di Liga Indonesia. Sudah menjadi rahasia umum, klub sepakbola Indonesia mayoritas dikelola secara tidak langsung oleh Pemda. Kenapa saya sebut tidak langsung? Yang jadi Ketua Umum adalah biasanya Walikota/Bupati/Gubernur. Nah yang jadi manajer, atau pengelola sehari-hari adalah kalau tidak pengusaha lokal, ya anak Walikota/Bupati/Gubernur. Dari manakah dana pengelolaannya? Alternatif pertama , dana dari pengusaha/anak pejabat yang mengelola klub tadi. Apa keuntungannya buat dia? Idealnya, ya ada pemasukan dari penjualan karcis, transfer pemain, penjualan merchandise, dll. Tapi kondisi di Indonesia belumlah seideal di kompetisi sepak bola Eropa. Jadi lupakan saja hal itu. Kompensasinya adalah, pengelola akan dapat pro...