Skip to main content

Posts

Showing posts with the label Boarding School

Marathon dan Pendidikan Pesantren

Marathon itu olah raga kesabaran. Seorang pelari Full Marathon harus berlari menempuh jarak 42km. Sama dengan jarak Jakarta ke kota-kota satelit di Bodetabek. Dibutuhkan latihan yang lama dan panjang untuk kuat menempuh jarak sepanjang itu. Tidak bisa tiba-tiba seseorang dapat berlari langsung 42 km. Umumnya memulainya dengan jarak pendek dulu, 3km lalu meningkat ke 5km, 7-10km. Mereka melakukannya setiap hari dengan jeda di waktu-waktu tertentu.  Salah satu tahapannya dapat lari Half Marathon yakni 21km. Banyak pelari amatir yang sudah mencapai titik ini. Tetapi tidak coba melanjutkan sampai dengan Full Marathon . Ada istilah dalam Marathon yakni Pace , tempo kecepatan dalam berlari yang dinyatakan dalam ukuran waktu  setiap jarak tertentu. Misalkan 8 detik per kilometer.  Pengaturan Pace ini sangat penting apalagi jika menempuh jarak jauh. Bayangkan seseorang yang berlari sangat cepat di awal race , pasti akan kehabisan tenaga di tengah dan akhir lomba. Di dalam Ma...

Gadget, Pesantren Melarang Tetapi....

Tahukah anda salah satu barang terlarang di pesantren? Tetapi sekarang ini salah satu barang wajib santri selama Pembelajaran Jarak Jauh? Yakni Smartphone. Barang ini mungkin salah satu kendala terbesar seorang anak enggan disuruh masuk pesantren orang tuanya. Masuk pesantren berarti pisah dengan gadget ini. Bisa dibayangkan anak   digital native harus berpisah dengan barang digital. Tidak bisa bermedsos, nonton youtube , posting IG Story , tiktok an. Pesantren di manapun melarang santrinya menggunakam smartphone kecuali satu hal, disaat jatah menelpon orang tuanya. Diluar itu jangan coba-coba memakainya. Hukuman berat sudah menanti. Orang tua sih seneng anaknya berpisah sementara dengan barang ini. Tapi buat si anak, serasa putus dengan pacarnya ! Makanya jangan heran, jika saat orang tua menjenguk anaknya di pesantren, hal pertama yang dicari anaknya adalah hape nya. Bukan yang lain.  Disaat Pesantren dan Orang Tua jungkir balik mengendalikan anaknya dalam menggunakan ...

Stigma Pesantren Dari Masa ke Masa

Warisan hidup leluhur kita adalah pesantren. Model pendidikan unik yang ditinggalkan pendahulu negeri ini untuk bangsa yang bertahun-tahun berjuang melawan orang asing yang berkedok dagang tapi bertujuan menguras apa yang ada di bumi nusantara termasuk sumber daya manusianya. Sejak dulu banyak yang gerah dengan geliat pesantren yang seolah bergerak undeground di kalangan rakyat. Tumbuh terkadang dari teras rumah Sang Kyai, hanya bermuridkan satu atau dua orang anak, bahkan bisa jadi salah satunya anak sendiri dan yang lain anak tetangga. Banyak diantara mereka bisa  bertahan hidup dan berkembang dahsyat dengan cara mereka sendiri.  Bahkan tidak sedikit yang beranak pinak melalui jejaring alumninya. Yang tidak jenak dengan geliat pesantren ini tidak hanya pihak-pihak yang selama ini dianggap yang berseberangan dengan Islam, tetapi internal umat sendiri ada penyakit laten yang tidak disadari dapat merugikan eksistensi pesantren. Tempat Anak Nakal. Dahulu orang tua kita serimg me...

Mungkinkah Pembelajaran Adab dan Akhlak lewat Online?

Point penting pendidikan di Pesantren yang membedakan dengan sekolah umum adalah keteladanan kyai atau ustad pengasuhnya. Ini adalah wujud dari edukasi berbasiskan contoh nyata, yakni perilaku sehari-sehari.  Para pengasuh tersebut adalah orang yang sudah bertahun-tahun belajar dan mengaplikasikan ilmu Al Quran.  Role Model tersebut bisa dilihat langsung para santri selama 24 jam. Mulai dari pagi hingga malam menjelang tidur. Ini point penting yang paling membedakan dengan sekolah pada umumnya. Santri tidak hanya melihat tapi dituntun langsung supaya melakukan step by step adab, akhlak, dan kemandirian selama hidup di pesantren dan kelak setelah lepas dari sana. Apakah model pendidikan lain salah? Kita tidak bisa mengatakan sekolah diluar pesantren itu model yang salah. Jika kita telisik lebih jauh, sekolah umum durasinya sekitar 5-7 Jam, ada juga Full Day School yang bisa mencapai 9 Jam. Durasi sependek itu sudah diisi dengan materi pelajaran akademis yang cukup banyak. ...

Masa Kritis Seorang Santri

Ada masa yang perlu diperhatikan orang tua yang akan memasukkan anaknya ke pesantren. Ini penting cuma sering luput dari perhatian orang. Bahwa ada jangka waktu dimana anak akan merasa bosan dengan kehidupannya di pesantren. Berapa lama?  Tidak ada jawaban yang jelas untuk pertanyaan itu. Tapi dari beberapa pengalaman orang tua, masa-masa krusial adalah 3 tahun dan 6 tahun. Semisal masuk pesantren di pertengahan usia SD, nah anda perlu hati-hati jika sudah memasuki masa 3 tahun. Apakah anak itu sudah mulai bosan dan minta keluar dari pesantren? Biasanya bersamaan dengan waktu lulus SD. Ataupun jika dia lanjut, perhatikan 3 tahun berikutnya saat lulus SMP. Sama juga misalnya baru masuk pesantren sewaktu SMP. Masa kritisnya saat lulus SMP dia lanjut pesantren atau keluar. Ada juga kasus sekedar bosen ingin suasana baru, tapi tetap ingin nyantri. Solusinya adalah pindah pesantren.  Pinter-pinternya orang tua memang untuk menghadapi masalah ini. Tarik ulur antara keinginan orang t...

Pesantren Mewah, Antara Stereotype dan Kebutuhan

Pesantren yang fasilitasnya mewah bak hotel sering dicibir orang, "pesantren apa hotel tuh". Tidak salah memang membandingkan fasilitas pesantren modern dengan hotel. Jumlah santri per kamar yang sangat sedikit, jauh berbeda dibanding pesantren tradisional yang satu kamarnya seringkali seperti barak. Bisa mencapai 20 atau lebih anak per kamar.  Kemudian gedung asrama yang terlihat jauh lebih modern, bersih. Terkadang dilengkapi dengan kolam renang, dan fasilitas olah raga lain. Bahkan sekarang mulai ada pesantren yang berada di gedung apartemen. Jadi pemilik apartemen bekerjasama dengan satu pesantren. Menggunakan salah satu atau dua tower untuk digunakan sebagai pesantren modern. Pesantren tidak perlu repot memikirkan menyediakan sarana prasarana lagi karena semua sudah tersedia di apartemen. Cukup menyediakan tenaga pengajar dan kurikulum. Pertanyaannya, siapa sih yang sekolah disitu? Percaya tidak percaya, banyak orang muslim Indonesia yang punya duit berlebih ingin anakny...

Masalah Klasik Santri

Satu hal yang sulit dipercaya orang diluar pesantren tapi sering terjadi dan mungkin agak sulit dihilangkan adalah seringnya barang hilang di pesantren. Pertama kali mendengar itu memang tidak percaya. "Ah masa sih, di pesantren kok barang ini hilang, barang itu tiba-tiba gak ada". Percaya tidak percaya, itu terjadi.  Mulai dari sandal, sendok garpu, piring, bahkan celana dalam pun bisa hilang. Apa tidak ada antisipasi sebelumnya?  Jangan salah, calon santri biasanya sudah paham semua barangnya diberi nama, bahkan untuk baju celana nama tersebut di bordir.  Tetapi walaupun sudah diberi nama, tetep saja barang bisa lenyap. Banyak faktor yang jadi penyebabnya. Bisa dari santri pemilik barang memang teledor, tidak care terhadap propertinya sendiri, manajemen barangnya buruk. Atau ada memang santri lain yang mengambil.  Bisa juga santri yang lain tidak bermaksud mencuri tapi sekedar meminjam barang temannya tapi tidak bilang karena berpikir ah nanti dikembalikan. Yang pe...

Salah Satu Profesi Terberat di Dunia

Apakah itu?  Adalah menjadi guru di pesantren. Tidak banyak orang yang mampu menjalani profesi ini. Ada apa dengan profesi ini? Sesulit apa menjadi ustadz di pondok? Apa bedanya dengan pengajar di lembaga pendidikan yang lain? Mereka, para ustadz dan ustadzah ini menerima amanah dari orang tua santri untuk mendidiknya selama 24/7. Mulai dari bangun sebelum subuh hingga menjelang tengah malam. Disaat yang sama, orang tua santri, bisa jadi menjalani hidup normal seperti orang kebanyakan, berangkat kerja, ngopi di cafe, berbelanja di mall, menikmati hiburan setelah pulang kerja, tanpa gangguan anak-anak, dan disaat yang bersamaan anak-anak mereka dalam pengawasan ustadz dan ustadzah. Disaat mereka berkomitmen untuk mengajar di pondok, sejak detik itu pula mereka harus siap mengabdikan hidup mereka selama 24 Jam, 7 hari sepekan di pondok pesantren.  Bersiap pula kehilangan waktu untuk bercengkerama dengan kolega kerja, saudara, reuni dengan teman sekolah. Dan yang terberat terutam...

Memilih Pondok Pesantren

Keinginan orang tua memasukkan anaknya ke pondok pesantren jelas, supaya belajar agama dengan lebih baik. Itu jelas, tidak perlu perdebatan panjang. Masalahnya adalah pondok mana dan seperti apa yang layak dipilih?  Ada beberapa sudut pandang yang bisa dipakai preferensi untuk memilah-milah pondok yang sesuai. Afialisi dengan kelompok tertentu. Suka tidak suka point ini penting buat sebagian masyarakat kita. Kita sering merasa bagian dari salah satu kelompok atau ormas Islam, dan cenderung akan memilih yang sepaham.  Biasanya terbagi apakah punya kaitan dengan NU? Atau Muhammadiyah? Dua itu ormas terbesar di Indonesia. Walaupun Muhammadiyah lebih bergerak di bidang pendidikan sekolah non asrama, tetapi ada pesantren yang merupakan afiliasi Muhammadiyah. Kalau NU tidak usah ditanya lagi, core nya NU disini. Dan jumlahnya ribuan. Selain dua ormas besar tersebut, yang mulai banyak adalah kelompok Tarbiyah yang identik dengan PKS. Sebelumnya memang kelompok ini pelopor Full Days S...

Ayah Bunda Ikhlaskan Anakmu Menuntut Ilmu Akherat

Kesuksesan pendidikan itu tidak hanya tergantung pada sekolah. Ada faktor murid sebagai pelaku, dan yang sangat penting tapi sering dilupakan adalah peran orang tua. Kenapa saya bilang sering dilupakan? Orang tua sering saking percayanya dengan sekolah seolah 'pasrah bongkokan' atau yang lebih parah, orang tua karena sudah membayar mahal dana pendidikan jadi lepas tangan terhadap proses pendidikan anak-anaknya.  Apalagi pendidikan di boarding school atau pesantren, 24/7 anak itu berada di luar jangkauan langsung orang tua. Anak-anak itu dari bangun tidur, belajar, makan, sampai tidur lagi bersama dengan teman-temannya dan ustadz/ustadzahnya. Nanti jika timbul masalah, ada orang tua yang menyalahkan pihak sekolah/pesantren dengan alasan, anak-anak itu tidak bersama mereka dan mereka merasa sudah membayar mahal untuk itu. Supaya proses pendidikan santri dapat berjalan baik, bagaimana sebaikanya peran orang tua?  Berilah keluarga dengan rejeki yang halal. Ini penting. Kita tidak ...