Ungkapan yang jadi judul tulisan ini, "When Images is more Important than reality" saya kutip dari kultwitnya @fahrihamzah, seorang legislator dari PKS, tentang fenomena pencitraan akhir-akhir ini. Pencitraan seperti menjadi kosa kata baru, terutama saat SBY berhasil terpilih menjadi Presiden. Kenapa SBY? Konon Presiden kita ini sangat peduli dengan citra diri baik itu pesona fisiknya, citra pemerintahan, dan partainya. Sebuah pencitraan tidaklah sebuah kesalahan saat apa yang dicitrakan itu merupakan pantulan dari kenyataan. Orang akan melihat pencitraan seperti memandang sebuah kotak kaca yang berisi perhiasan. Sebuah kotak yang berisi sebuah keindahan yang nyata, bukan kamuflase, bukan pula citra semu. Tetapi sayang, perjalanan pencitraan sekarang menuju ke arah yang sebaliknya. Pencitraan menjadi jauh lebih penting dibandingkam mewujudkan kenyataan indah yang sebenarnya. Perjalanan buruk pencitraan seperti sebuah virus komputer yang merajalela tak terkendali di set...