Skip to main content

Posts

Pacaran, Nikah, Cerai

Pacaran yang islami itu bagaimana sih? Kalau ciuman boleh nggak? Kalau nggak boleh, bagaimana kalau cuma pegangan tangan? Mungkin pertanyaan semacam itu sering kita jumpai atau dengar keluar dari para ABG. Tapi bisa juga keluar bukan dari ABG, tp dari orang-orang yang mungkin sampai sekarang belum tercerahkan. Padahal kalau dipikir-pikir, kalau kita cuma berdua saja dengan lawan jenis yang bukan muhrim, yang ketiga itu kan syetan. Dari sini saja saya kira semua pertanyaan itu diatas secara otomatis terjawab. Tapi kok masih ada saja yang tanya ya? Mungkin buat kita generasi kelahiran 70an dan mungkin 80an, yang namanya pacaran itu mungkin hal yang sangat lumrah. Bahkan seperti wajib. Tapi tidak buat orang tua kita generasi kelahiran mungkin disekitar 30an, 40an. Kenapa? Saya punya teman yang orang tuanya generasi kelahiran 40an, mempunyai pengalaman yang kurang enak dan efeknya pun besar. Ceritanya begini, dia yang sudah pacaran beberapa tahun, tiba-tiba disuruh orang tuanya untuk pinda...

Hidup Normal

Saat menjalani liburan lebaran kemarin – kurang lebih 10 hari – saya merasakan, beginilah seharusnya hidup. Di pagi hari, sesaat setelah membuka mata, kita masih bisa menikmati sinar hangat mentari. Bercengkerama dengan anak dan istri. Sarapan bersama. Dan di sore hari pun, masih bisa melihat matahari tenggelam. Satu hal yang jarang saya temui di hari-hari kerja. Itulah hidup yang normal. Terus, bagaimana hidup yang tidak normal? Coba anda bayangkan, di pagi hari anda harus meninggalkan rumah dengan segera untuk bekerja. Untuk mencapai tempat kerja, paling tidak membutuhkan 1-2 jam. Lalu selama 9 jam kemudian anda habiskan di kantor dengan 1 jam istirahat. Di saat pulang, anda butuh 1-2 jam. Sampai disini saja anda sudah menghabiskan waktu 13 Jam. Berarti masih tersisa 11 Jam (24-13). Jika dikurangi waktu untuk tidur sekitar 6 jam, berarti masih ada 5 jam. Jadi kira-kira waktu segitulah yang ada untuk keluarga. Dari 5 jam itu, bisa saja anak sudah tidur, karena kecapekan nunggu orang ...

Catatan Perjalanan Idul Fitri 1427H - SMS Lebaran

Terima kasih buat yang sudah mengirimkan SMS lebaran. Semoga maaf yang telah kita berikan ikhlas adanya dan maaf kita termaafkan. Dari sekian banyak SMS lebaran yang masuk, yg paling berkesan buat saya SMS dari teman lama, Ausi, yg masuk ke HP saya tgl 26 October 2006 jam 00:36 isinya : Bila hati ... alah kesuwen, maap lahir batin ya. Lov u all Berikut ini semua SMS yang masuk ke HP saya: Andrio, 22 October 2006, 11:39 Khilaf & salah kata mungkin tak sengaja dilakukan, dihr yang suci ini bersihkan hati kita dr smua kesalahan. SELAMAT HARI RAYA IDUL FITRI, mhn maaf lhr&batin. Uul & Izal, 22 October 2006, 21:56 Dengan kerendahan hati , saya mohon maaf lahir & batin, serta mengucapkan selamat hari raya Idul Fitri 1 Syawal 1427 H. Taufik, 22 October 2006, 22:10 Bl ada langkah m’beks lara, bl ada tngkah m’norehkn luka, bl ada sapa, ucap, lisan, m’nabur dndam dht ta’,mk izinkanlah sy mmhon 1 kt maaf dr kita,minal ’aidin walfaidzin, mhn maaf lhr dan btn. Lutfi Ariyanto, 23 Oc...

Catatan Perjalanan Idul Fitri 1427H - Wisata Kuliner di Semarang

Sekitar 20 tahun yang lalu, mungkin tidak terpikir dibanyak orang, bahwa Jalan Pandanaran akan menjadi pusat oleh-oleh yang cukup penting di Semarang di kemudian hari. Berkembangnya pun cukup alamiah, diawali Bandeng Juwana dan Bandeng Presto, kemudian diikuti oleh merek yang lain. Bahkan sekarang ini, tidak hanya bandeng duri lunak yang menjadi andalan. Di sini bisa didapatkan lunpia (atau lumpia?), wingko babat dengan berbagai macam rasa, dan yang terbaru mulai marak kue moaci. Cuma, yang menjadi kekurangan adalah tiadanya fasilitas parkir yang memadai. Terutama di masa liburan, mobil yang mayoritas dari luar kota, akan parkir di depan toko-toko yang ada di Jalan Pandaran. Hal ini mengakibatkan kemacetan. Kabarnya saat ini sedang dipikirkan dibuat taman parkir di depan Kantor BRI Pandanaran. Sebenarnya ini bisa menjadi salah satu peluang bisnis tersendiri bagi para pemilik lahan di sekitar Jalan Pandanaran. Misalnya dengan membuat gedung parkir bertingkat, yang khusus diperuntukkan b...

Catatan Perjalanan Idul Fitri 1427 H - Shaf yang Tak Pernah Lurus

Catatan ini saya buat, karena selama lebaran tahun ini, saya melewatkannya di kampung halaman, Semarang. Rencananya, Insya Allah kurang lebih 10 hari saya habiskan di tempat orang tua. Dari sekian banyak tempat Sholat Idul Fitri di Semarang, salah satunya yakni di Lapangan Pancasila Simpang Lima Semarang. Inilah salah satu tempat utama yang menjadi tujuan umat islam di Semarang. Karena kebetulan tempatnya sangat strategis, tepat di jantung Kota Semarang. Simpang Lima, saat ini menjadi alun-alun atau pusat kota Semarang. Layaknya kota-kota di Jawa pada umumnya, di setiap alun-alun terdapat Masjid dan Pusat Pemerintahan. Dahulu, pasti akan kita temukan hal yang sama di alun-alun Kota Semarang. Tapi tidak di Simpang Lima. Yang tersisa hanya Masjid Baiturrahman. Karena, Simpang Lima merupakan alun-alun pindahan yang sebelumnya terdapat di depan Masjid Besar Kauman, yang berada tidak jauh dari Pasar Johar. Karena, kebijaksanaan pemerintah saat itu, alun-alun dipindah ke Simpang Lima yang se...

Catatan Ramadhan 1427 H - Cobaan saat Ramadhan

Hari ini, sudah genap 2 hari, Ramadhan 1427 H berlalu. Entah sudah berapa Ramadhan saya temui. Kalau dihitung sejak mulai berpuasa penuh, mungkin sekitar 20an Ramadhan yang pernah saya temui. Saya sendiri sudah tidak ingat mulai umur berapa mulai berpuasa secara penuh. Ramadhan dan cobaan, bak sebuah dua sisi mata uang, yang akan selalu bersisian sampai diujung waktu. Meskipun dalam kadar yang berbeda. Tuhan pun Maha Adil dan Maha Tahu. Dia tidak akan menurunkan cobaan kepada yang tak akan kuat untuk menerimanya. Cobaan serasa ujian bagi siswa untuk melanjutkan ke jenjang yang lebih tinggi. Kita yang jarang sekali sadar. Mungkin prasangka buruk yang timbul. Bahkan kepada Allah SWT sekalipun. Dari sekian Ramadhan, mungkin Ramadhan kali ini cobaan seolah tiada berhenti. Atau mungkin saya sebagai hambanya yang selama ini tidak pernah menganggapnya sebagai cobaan? Cobaan pertama, datang 3 hari menjelang bulan Puasa datang. Tekanan darah tiba-tiba turun drastis. Bahkan sampai 4 hari bertur...

Double Track Jakarta-Serpong, Bikin Macet?

Buat pengguna jalan yang terbiasa melintasi perlintasan Kereta Api Stasiun Palmerah, siap-siap bertambah kesabarannya di tahun 2007 nanti. Apa sebab? Sudah beberapa bulan ini di dekat Stasiun Palmerah ada pembangunan rel double track yang menghubungkan Stasiun Tanah Abang hingga Serpong. Diharapkan jika rel double track ini selesai, perpindahan orang antara Jakarta - Tangerang akan lebih mudah, selain dihubungkan dengan Jalan Tol Jakarta-Tangerang yang sudah lama berfungsi. Pembangunan rel double track ini sendiri, kabarnya juga akan merombak stasiun-stasiun yang akan dilewatinya. Dimulai dari Stasiun Tanah Abang, Palmerah, Kebayoran Lama, terus hingga Stasiun Serpong. Dan stasiun-stasiun tersebut yang sebelumnya terkesan kumuh, dan mudahnya orang tanpa tiket keluyuran di sekitar stasiun, diharapkan dengan perombakan total ini, semuanya akan berubah. Karena di sistem yang baru nanti, penumpang tanpa tiket tidak akan dapat masuk ke lingkungan stasiun. Dan juga, akan akan diberlakukan ...