Skip to main content

Biar Nggak Nyasar di Jakarta

Anda baru saja tinggal di Jakarta? Sering nyasar? Jangan takut, banyak kok temannya. Saya cuma ingin sharing pengalaman saja. Dulu pertama kali datang ke Jakarta, wah blank deh.. Mau kemana nggak tahu harus naik apa. Coba-coba naik angkot, eh nyasar.

Beruntung saya harus menghabiskan banyak waktu di lapangan. Alias orang lapangan. Dan beruntung pula saya punya temen kantor orang Medan. Kenapa orang Medan. Teman saya ini dulu pernah jadi Sopir tembak Taxi Prestasi. Jadi harap maklum kalau dia tahu seluk beluk Jakarta, termasuk jalur angkot. /p>

Akhirnya, kalau mau kemana-mana saya sering tanya dia. Dan kebiasaan di Jakarta, kalau kita mau ke jurusan tertentu, hampir mustahil kita naik satu angkutan terus langsung sampai. Anda harus pindah angkutan. Contoh, kalau dari Blok M ke Mangga Dua. Sekarang lebih enak, pertama naik Bus Trans Jakarta turun di Stasiun Kota. Turun lalu jalan kaki sebentar terus naik mikrolet jurusan Ancol. Atau bisa juga naik ojek sepeda.

So biar nggak nyasar :

  • Beli Peta Jakarta. Sering-sering dibaca, jangan cuma buat pegangan.
  • Sering tanya. Kalau anda tanya jalan atau arah di Jakarta, saran saya tanyalah ke lebih dari satu orang. Kebanyakan orang Jakarta kalau ditanya sok yakin nunjuk arahnya. Padahal bisa saja ngawur.
  • Pilih-pilih orang yang ditanya. Lebih baik tanya ke polisi, atau tukang ojek, bisa juga ke sopir angkot. Atau ketiga-tiganya.
  • Naik Angkutan Umum. Buat lebih ngerti Jakarta, lebih baik seringlah naik angkot. Dengan naik angkot, anda akan lebih ngerti jalur-jalur. Meskipun kadang jalur-jalur angkot sering lebih jauh dibandingkan jika kita naik kendaraan sendiri.
  • Hati-hati. Kalau anda naik angkutan umum terutama Bis/Metromini/Kopaja DISARANKAN hindari duduk atau berdiri di belakang. Lebih baik anda duduk atau berdiri sepertiga bagian depan.

Semoga bermanfaat !



Comments

Anonymous said…
Tambahan:
www.cybermap.co.id

Ini bukan nyepam loh, tp menurut pengalaman pribadi :D
buat org2 yg kerjanya nongkrong mulu di internet, lebih gampang nyari nomor angkot juga :D

Popular posts from this blog

Karawaci Loop, Track Gowes Adem di Tangerang

Salah satu tempat recommended buat bersepeda di daerah Tangerang adalah KARAWACI LOOP. Ada yang menyebutnya LIPPO LOOP, karena lokasinya memang di Komplek Perumahan Lippo Karawaci Tangerang. Tapi ada yang menyebutnya LOLLIPOP, bahkan ada Komunitas Goweser di kawasan itu menggunakan istilah ini. Entah kenapa penyebutannya mirip nama permen. Mungkin biar terkesan unik, dan enak diucapkan. KARAWACI LOOP sendiri sebenarnya jalan Komplek Perumahan Lippo Karawaci, jalan menuju kesana dari arah pintu tol menuju Mall Karawaci, sebelum sampai di Mall, ada bundaran di depan Menara Matahari dan Benton Junction. Nah dari bundaran tersebut jika mau ke mall arahnya ke kanan, kalau ke KARAWACI LOOP dari bundaran lurus saja. Bisa dilihat di gambar peta dibawah ini. Kenapa tempat ini recommended untuk goweser?  SATU, karena jalan boulevard komplek, otomatis sepi tidak seramai jalanan umum. Ada dua jalur setiap jalannya. Jadi ada 4 jalur di kedua arahnya. Bahkan sebenarnya ada jalur khusus pesepeda ...

Masalah Parkir di Supermal Karawaci

Jika anda akan parkir, khususnya sepeda motor, di areal Supermal Karawaci saya sarankan untuk lebih teliti. Mengapa? Saya mengalamai hal ini sudah dua kali. Jadi kira-kira begini, pada saat kita mau keluar dari area parkir, kita diharuskan menunjukkan STNK dan menyerahkah karcis parkir kepada petugas. Prosedur standarnya adalah petugas itu akan memasukkan No Pol Kendaraan ke Mesin (semacam cash register), dan disitu akan tertera berapa jumlah yang harus kita bayar. Nah, prosedur inilah yang saya lihat tidak dilaksanakan oleh petugas parkir di Supermal Karawaci . Saat saya menyerahkan karcis parkir, dan dia melihat Jam saya mulai parkir, dia langsung menyebutkan sejumlah tertentu (tanpa memasukkannya ke mesin),yakni Rp. 3.000. Saya curiga, segera saya minta untuk dimasukkan datanya dulu ke mesin. Dan setelah dimasukkan. Apa yang terjadi? Jumlah yang harus saya bayar cuma Rp. 2.500. Dan ini saya alamai DUA KALI!. Dan seorang tetangga pun pernah mengalami hal yang sama. Coba bayangkan ji...

Siapa Suruh Datang Jakarta ! (Khusus Buat Yang Mau Datang Ke Jakarta)

Niscaya, bulan Januari-Februari akan menjadi nightmare buat warga Jakarta. Banjir sudah tidak menjadi siklus lima tahunan tapi saya yakin akan menjadi siklus tahunan. Dan siklus itu akan semakin pendek jika semua masih seperti ini. Banjir yang tadinya hanya terjadi sekali di bulan Februari akan menjadi berkali-kali. Kalau sudah begini, menyesalkah mereka yang sudah terlanjur datang ke Jakarta dan terkena musibah itu secara berkala? Sudah saatnya buat pendatang untuk memikirkan untuk kesekian kali niat untuk bermukim di sini. Terutama yang baru dapat Ijazah. Entah itu SMA, S1, S2, S3, SSSSSS Jakartabutuhrevolusibudaya menuliskannya untuk kita renungkan. Silahkan baca tulisan kompletnya di sini Asli, tulisan itu bikin inget semua kejadian sekitar 8 tahun yang lalu.