Skip to main content

Posts

Nobody's Perfect

Allah menciptakan manusia dalam kesempurnaan. Kesempurnaan paripurna dalam banyak sisi. Bahkan kesempurnaannya melebihi makhluk Allah yang lain. Lebih sempurna dibandingkan tumbuhan, binatang, tanah, air, dan bahkan malaikat sekalipun. Dalam penciptaannya bahkan malaikat sempat 'protes' kepada Allah, kenapa menciptakan makhluk seperti manusia. Tetapi kesempurnaan yang diciptakan Allah kepada manusia, tetap ada semacam keadilan. Tidak semua manusia diberi semuanya sama persis. Tidak ada diantara milyaran manusia di muka bumi yang memiliki kesamaan sama persis dalam segala hal. Fisik, lahir, rejeki, jodoh, dan mati. Timbullah ungkapan Nobody's Perfect. Tiada kesempurnaan yang abadi. Karena semua yang abadi dan sempurna hanya milik Allah SWT. Makhluknya diberi kesempurnaan sesuai dengan tingkatan dan kapasitasnya. Dan semua indah sesuai dengan waktu dan ukurannya. Ada seorang lelaki berwajah tampan, menarik, soleh, dan pasti kaya, mendapatkan istri cantik, shalehah, dari...

First Thing First in 2010

Apa yang anda lakukan begitu menginjak tahun baru 2010? Bikin resolusi? Target? Kalau saya sendiri tidak semuanya. Apalagi yang namanya resolusi, saya malah tida begitu kenal dengan hal tersebut. Tahu apa yang saya lakukan? Hal yang pertama adalah membuka kalender baru dan mencari tanggal merah. Apakah ada long weekend? Seberapa banyak? Dan kayaknya tahun ini tidak terlalu banyak tanggal merah yang 'bagus'. Hari Raya Imlek saja jatuh di hari Minggu. Hari Lebaran kedua jatuh di hari Sabtu. Ya sudah mau apa lagi. Hal kedua adalah merencanakan cuti. Mau nggak mau harus direncanakan dari sekarang. Buat nambah-nambah libur selain di tanggal merah. Saya rencanakan cuti kalau tidak di hari Jumat atau Senin biar lebih terasa liburnya. Terutama di hari Jumat. Atau alternatif lainnya adalah di hari Kamis dan Jumat. Jadi seminggu cuma bekerja 3 hari doang. Alasan kenapa merencanakan cuti adalah ternyata badan dan otak kita ternyata butuh istirahat. Saya rasakan betul di libur pan...

Kita Tidak Butuh Pluralisme

Sejak meninggalnya Gus Dur, kata yang paling banyak disebut masyarakat luas adalah Pluralisme. Tahukah anda tentang Pluralisme? Jangan-jangan anda mencampur adukkan antara Pluralisme dan Pluralitas. Padahal dua hal tersebut sangatlah berbeda. Dan jika kita merujuk d efinisi keduanya menurut Majelis Ulama Indonesia, definisinya sebagai berikut: 1. Pluralisme agama adalah suatu paham yang mengajarkan bahwa semua agama adalah sama dan karenanya kebenaran setiap agama adalah relative; oleh sebab itu, setiap pemeluk agama tidak boleh mengkalim bahwa hanya agamanya saja yang benar sedangkan agama yang lain salah. Pluralisme juga mengajarkan bahwa semua pemeluk agama akan masuk dan hidup dan berdampingan di surga. 2.Pluralitas agama adalah sebuah kenyataan bahwa di negara atau daerah tertentu terdapat berbagai pemeluk agama yang hidup secara berdampingan. Jelas kalau dari definisi diatas yang kita tolak adalah Pluralisme agama. Karena kalau semua agama adalah sama dan benar, pertan...

Beratnya Untuk Konsisten

Ada yang bilang, kita itu selalu Konsisten Untuk Selalu Inkonsisten. Ya, mohon dimaklumi jika pernyataan itu muncul. Memang berat untuk selalu konsisten. Konsisten ini bisa berarti luas, konsisten dalam hal pemenuhan janji, atau konsisten dalam menjaga irama semangat. Setiap hari kita akan berada dalam semangat berbeda. Hari ini mungkin kita bisa sangat bersemangat sekali menjalaninya. Tetapi belum tentu di esok hari. Bisa jadi semangat kita anjlok secara tiba-tiba. Mungkin urusan rumah bisa sangat berpengaruh. Atau bisa pula pekerjaan yang belum terselesaikan. Problemnya adalah saat kita berinteraksi dengan pihak eksternal. Mereka belum tentu memahami kondisi kita saat itu. Kalau situasi seperti itu muncul ya mau tidak mau kita harus menghadapinya. Caranya? Bersandiwara! Pintarlah bersandiwara karena tidak semua orang bisa menerima sikap kita yang sebenarnya. Atau bahasa gaulnya 'ngeles'. Nggak salah kok kalau kita 'ngeles'. Toh ada kata yang sepadan dengan...

Samsung C6625, Tuts Nyaman Battery Lemah

Hampir 3 bulan ini saya menggunakan Smart Phone keluaran produsen dari negeri Ginseng, yakni Samsung C6625. Alasan kenapa saya memilih model ini karena di jajaran produk Smart Phone, model ini termasuk yang termurah harganya, yakni Rp. 2.5 Juta. Dengan harga segitu sederet fasilitas sudah bisa dapatkan. Mulai dari Qwerty, HSDPA, Camera 2mp, Windows Mobile, GPS ready. Buat saya, perbandingan antara harga dan fitur, cukup menguntungkan konsumen. Dan setelah saya pakai sekitar 3 bulan ini, yang paling mengesankan adalah keyboardnya yang nyaman dipakai. Saking enaknya, terkadang saya lupa kalau sms dibatasi hanya 160 sms saja. Yang menjadi masalah adalah batereinya. Hampir setiap hari saya harus mengisi ulang. Cukup boros bahkan mungkin sangat boros kalau boleh dbilang seperti itu. Saya tidak tahu kenapa bisa begitu. Ada teman bilang, kalau memakai Windows Mobile memang begitu? Benarkah seperti itu? Ada juga yang menganalisa karena saya terlalu sering mengakses internet. Satu l...

Status Facebook dan Kejadian Hari tersebut

Adakah hubungan antara keduanya? Secara logika, mungkin tidak terlihat atau bahkan memang tidak ada hubungannya. Tapi benarkah? Dari pengalaman selama ini, jika di hari itu saya menulis status Facebook dengan nada negatif, entah kenapa sepanjang hari itu saya sering mendapatkan kesialan. Begitu juga sebaliknya, jika nada status saya positif, keberuntungan banyak hinggap. Mungkinkah status tersebut saat saya ketik, secara tidak langsung berpengaruh dengan pola pikir kita saat itu? Sehingga aktivitas kita terpengaruh dengan pikiran kita saat itu. Saya jadi teringat, nasihat untuk tetap berpikiran positif apapun kejadiaanya. Khusnunzdon, Berbaik sangka, mungkin begitu kata yang tepat. Jujur saja, efek dari itu semua, sekarang saya jadi hati-hati menuliskan status Facebook saya. Tetap berpikiran positif!

Negeri 5 Menara dan Laskar Pelangi

Sampai hari ini N5M blm selesai saya baca. Tapi doa saya adalah semoga kejadian dengan Laskar Pelangi tak terulang lagi. Sampai di pertengahan novel ini, tiba-tiba saya teringat sama Laskar Pelangi. Bercerita tentang dunia anak-anak, pendidikan, dan impian. Yang satu berlatar belakang Babel, satu lagi di Ponorogo. Dua-duanya terinspirasi kehidupan masa anak-anak penulisnya. Kesamaan lainnya adalah impian tokoh-tokohnya. Ada yang mendambakan melihat Amerika dan kehidupan orang Islam di sana. Ada pula yang bercita-cita mendirkan pesantren. Karena blm sls membacanya ya... kesan saya sementara itu dulu.