Sudah sebulan lebih, saya hidup jadi orang pinggiran. Maksudnya, di pinggiran Jakarta. Dan ini pertama kalinya saya jadi orang pinggiran. Bukan bermaksud sombong, selama ini Alhamdulillah saya ditakdirkan hidup di tengah kota, baik itu saat di Semarang maupun setelah hijrah di Jakarta. Dan sudah digariskan sejak awal, saya akhirnya hidup 30 kilometer dari Jakarta. Tepatnya di daerah Tangerang. Padahal saya harus bekerja di Jakarta. Jadi cukup banyak penyesuaian harus dilalui. Mulai dari masalah waktu, alat transportasi, tenaga, dll. Yang paling mencolok adalah masalah transportasi. Saat ini saya harus naik bis untuk sampai di tempat kerja. Sebelumnya saya naik motor. Hal yang paling tidak saya sukai dengan bis yang sekarang ini ada yakni sistem setoran yang diberlakukan di hampir semua trayek. Kecuali Trans Jakarta tentunya. Sisi negatif dari sistem setoran ini adalah, awak bis akan berusaha semaksimal mungkin untuk mendapatkan penumpang atau sewa (istilah di lapangan). Akibatnya adal...