Jika Pak Budi Rahardjo marah-marah ke Operator Selular karena billingnya melonjak, adalah satu hal yang wajar. Kenapa wajar? Ya bagaimana tidak wajar, wong sebenarnya Operator Selular itu butuh konsumen yang seperti Pak Budi, termasuk juga saya :). Karena kita adalah pelanggan pasca bayar. Orang yang selalu setia kepada satu operator. Setia diantara begitu banyak orang yang beli nomor tetapi memperlakukannya seperti beli pulsa. Hari ini beli, besok begitu pulsa habis ya nomornya dibuang. Terus beli nomor baru lagi. Wong bonus pulsanya gedhe. Dan harga yang dibayarkan adalah untuk nilai pulsanya. Dan nomornya tidak ada harganya alias gratis. Berbeda jika kita bandingkan diawal tahun 2000 saat operator baru masuk tahap-tahap awal. Satu nomor bisa berharga amat mahal sekali. Saya saja beli nomor sekitar 200 ribu. Bandingkan dengan harga sekarang? Fakta ketidaksetiaan konsumen cukup memusingkan operator. Bagaimana tidak, pada akhirnya mereka tidak bisa menghitung berapa jumlah pelanggan m...