Sampai sekarang saya masih bingung, apa ya yang menjadikan Laskar Pelangi The series sampai ngetop dan laku, bahkan dibikin film. Pada awalnya saya tidak ada keinginan untuk beli buku itu. Tapi melihat antusias pembeli yang tinggi di Indonesia Book Fair 2007 tempo hari, tergoda juga untuk mencoba. Dan saya juga berjuang untuk membaca sampai selesai. Walaupun sampai setengahnya masih juga menemukan istimewanya buku ini. Tapi, saya masih penasaran untuk menyelesaikan sampai selesai. Akhirnya memang selesai sampai akhir, dan pertanyaannya pun masih sama seperti sejak awal. Meskipun banyak puja puji tentang buku ini, sampai dibikin film, bahkan sampai ada yang membandingkan dengan Ayat-Ayat Cinta. Ternyata saya tidak sendirian, seorang teman, yang ternyata dia lebih mengenal penulis Laskar Pelangi jauh sebelum ngetop (bahkan sempat memperlihatkan foto sebuah desa di Inggris, yang kemudian saya tahu bahwa desa itu namanya Edensor dan gereja yang ada disitu dijadikan Cover buku dengan judul...