Friday, November 17, 2006

Pacaran, Nikah, Cerai


Pacaran yang islami itu bagaimana sih? Kalau ciuman boleh nggak? Kalau nggak boleh, bagaimana kalau cuma pegangan tangan?

Mungkin pertanyaan semacam itu sering kita jumpai atau dengar keluar dari para ABG. Tapi bisa juga keluar bukan dari ABG, tp dari orang-orang yang mungkin sampai sekarang belum tercerahkan. Padahal kalau dipikir-pikir, kalau kita cuma berdua saja dengan lawan jenis yang bukan muhrim, yang ketiga itu kan syetan. Dari sini saja saya kira semua pertanyaan itu diatas secara otomatis terjawab. Tapi kok masih ada saja yang tanya ya?

Mungkin buat kita generasi kelahiran 70an dan mungkin 80an, yang namanya pacaran itu mungkin hal yang sangat lumrah. Bahkan seperti wajib. Tapi tidak buat orang tua kita generasi kelahiran mungkin disekitar 30an, 40an. Kenapa?

Saya punya teman yang orang tuanya generasi kelahiran 40an, mempunyai pengalaman yang kurang enak dan efeknya pun besar. Ceritanya begini, dia yang sudah pacaran beberapa tahun, tiba-tiba disuruh orang tuanya untuk pindah ke luar kota dengan alasan untuk belajar bisnis dengan Om nya. Memang, om nya sudah berhasil menjadi seorang pengusaha yang sukses. Dan orang tuanya berharap dia bisa belajar bisnis, supaya dapat sukses di kemudian hari.

Yang agak aneh adalah, saat dia disuruh ke luar kota, dia sebenarnya sedang kuliah. Dan kuliahnya pun sebenarnya lancar-lancar saja. Selidik punya selidik, ternyata orang tuanya kurang setuju jika dia pacaran dengan ceweknya yang sekarang. Meskipun pacarnya itu anak orang kaya, anak Pak Haji pula. Jadi dijamin dari keturunan orang baik-baik lah. Tapi tetap saja orang tuanya risih melihat dia runtang-runtung berdua.

Tapi, sebagai anak yang baik, dia mengikuti apa yang dikehendaki orang tuanya. Pergilah dia ke kota Om nya. Dan apa yang terjadi, baru beberapa hari di sana, ceweknya diam-diam ternyata pergi menyusul!

Hebohlah dunia persilatan, mau dimana muka orang tua ditaruh, saat anak gadisnya menyusul laki-laki yang belum jadi muhrimnya? Terlebih laki-laki itu ada diluar kota?

Singkat cerita, kedua belah pihak akhirnya berunding dan sepakat untuk menikahkan kedua sejoli itu! Karena hamilkah? Tidak ! Bukan karena hamil (seperti kebanyakan pasangan sekarang) mereka dinikahkan. Wong, mereka belum melakukah TIMSUIS (hubungan intim suami istri). Meskipun mereka ada di luar kota dan diluar jangkauan orang tua mereka berdua.

Tapi buat orang tua mereka berdua, hal yang dilakukan si perempuan ini, sangatlah tidak patut. Mungkin buat generasi yang lebih muda, meskipun sudah mendapat pendidikan agama yang cukup, hal itu tidaklah menjadi masalah.

Dan sampai sekarang mereka berdua dikaruniai dua orang anak, laki-laki dan perempuan, serta ekonomi yang sangatlah pas-pasan. Rumah hanya berkamar 1, itupun hasil merengek-rengek ke ortu laki-laki. Dulu sih mereka sempat ambil KPR, tapi apa daya penghasilan yang pas-pasan dijuallah rumah kreditan untuk menutupi hutang-hutang yang sudah menumpuk.

Keadaan ini tak lepas, saat mereka menikah dulu, semua serba pas-pasan. Kuliah yang akhirnya putus ditengah jalan, mau tidak mau dia harus mencari nafkah untuk istrinya. Karena yang dipegangnya hanya Ijazah SMA, berbagai pekerjaan dicobanya, mulai dari pelayan toko, pedagang keliling, dan akhirnya jadi tekhnisi di satu pabrik dengan gaji yang pas-pasan. Dan pekerjaan itulah yang ditekuninya sampai sekarang. Sudah 10 tahun lebih dia bekerja, tahu anda gaji yang dia terima? 1 juta lebih sedikit.

Seandainya penyesalan itu ada didepan ….

Wednesday, November 08, 2006

Hidup Normal

Saat menjalani liburan lebaran kemarin – kurang lebih 10 hari – saya merasakan, beginilah seharusnya hidup. Di pagi hari, sesaat setelah membuka mata, kita masih bisa menikmati sinar hangat mentari. Bercengkerama dengan anak dan istri. Sarapan bersama. Dan di sore hari pun, masih bisa melihat matahari tenggelam. Satu hal yang jarang saya temui di hari-hari kerja. Itulah hidup yang normal.

Terus, bagaimana hidup yang tidak normal?

Coba anda bayangkan, di pagi hari anda harus meninggalkan rumah dengan segera untuk bekerja. Untuk mencapai tempat kerja, paling tidak membutuhkan 1-2 jam. Lalu selama 9 jam kemudian anda habiskan di kantor dengan 1 jam istirahat. Di saat pulang, anda butuh 1-2 jam. Sampai disini saja anda sudah menghabiskan waktu 13 Jam. Berarti masih tersisa 11 Jam (24-13). Jika dikurangi waktu untuk tidur sekitar 6 jam, berarti masih ada 5 jam. Jadi kira-kira waktu segitulah yang ada untuk keluarga. Dari 5 jam itu, bisa saja anak sudah tidur, karena kecapekan nunggu orang tuanya pulang kerja. Dan itu berulang esok harinya. Itukah hidup normal?

Bisa saja, disebut normal, saat banyak orang melakukan hal yang sama. Meskipun jika kita melihat hitungan matematis seperti diatas, menunjukkan ketidakwajaran.

Buat saya, ilustrasi diatas itulah hidup yang tidak normal. Terlebih jika hal itu dilakukan oleh wanita. Apalagi wanita yang telah berkeluarga!

Sebut saja Joko, seorang PNS yang bekerja di sebuah instansi yang terkenal ‘basah’, beristrikan seorang wanita karir yang mempunyai posisi penting di satu perusahaan swasta. Sebut saja Ima. Saat ini mereka berdua dikaruniai seorang putri yang cantik berumur 3 tahun.

Sebagai seorang PNS, Joko menikmati jam kerja yang ‘aduhai’. Lebih ‘aduhai’ lagi ditempatkan di kantor dimana ‘amplop’ merupakan suatu kewajaran. Tak heran sebuah Volvo seri terbaru nangkring dengan manisnya di garasi rumah.

Sedangkan Ima, karena kedekatan dengan sang Direktur, dia tidak bisa menolak segunung pekerjaan yang disodorkan. Terlebih Ima seorang perfeksionis. Berhasil itu 100%, jika hanya mencapai 80% berarti gagal. Tak heran di usia yang sangat muda-35 tahun- Ima sudah menduduki posisi GM. Sekilas, kombinasi yang ideal. Tapi benarkah ideal?

Di saat Joko sampai di rumah setelah seharian bekerja, apa yang dia dapat? Putrinya masih bercengkerama dengan baby sitter. Tidak ada senyum manis sang istri. Di saat yang sama, Ima sedang melototin sederetan angka yang muncul di Laptopnya. Atau mungkin sedang rapat dengan klien. Saat Ima pulang ke rumah, anak & suami sudah berlayar ke pulau kapuk.

Dan esok harinya, episode yang sama berulang lagi.

Itukah hidup normal?


Thursday, November 02, 2006

Catatan Perjalanan Idul Fitri 1427H - SMS Lebaran

Terima kasih buat yang sudah mengirimkan SMS lebaran. Semoga maaf yang telah kita berikan ikhlas adanya dan maaf kita termaafkan.

Dari sekian banyak SMS lebaran yang masuk, yg paling berkesan buat saya SMS dari teman lama, Ausi, yg masuk ke HP saya tgl 26 October 2006 jam 00:36 isinya :


Bila hati ...
alah kesuwen, maap lahir batin ya. Lov u all


Berikut ini semua SMS yang masuk ke HP saya:

Andrio, 22 October 2006, 11:39
Khilaf & salah kata mungkin tak sengaja dilakukan, dihr yang suci ini bersihkan hati kita dr smua kesalahan. SELAMAT HARI RAYA IDUL FITRI, mhn maaf lhr&batin.

Uul & Izal, 22 October 2006, 21:56
Dengan kerendahan hati , saya mohon maaf lahir & batin, serta mengucapkan selamat hari raya Idul Fitri 1 Syawal 1427 H.

Taufik, 22 October 2006, 22:10
Bl ada langkah m’beks lara, bl ada tngkah m’norehkn luka, bl ada sapa, ucap, lisan, m’nabur dndam dht ta’,mk izinkanlah sy mmhon 1 kt maaf dr kita,minal ’aidin walfaidzin, mhn maaf lhr dan btn.

Lutfi Ariyanto, 23 October 2006, 09:25
Selamat Idul Fitri 1427 H. Taqaballahu Minna wa Minkum, Mohon Maaf Lahir dan Batin.

Ari & Keluarga, 23 October 2006, 12:43
Taqaballahu minna wa minkum, Selamat Idul Fitri 1427 H, Minal Aidin al Faidzin, mohon maaf lahir batin. Semoga kita kembali fitri.

Indra G & Keluarga, 23 October 2006, 12:52
Bila mana tangan tak sempat berjabat, muka tak dpt berpandang tetapi sedianya hati mengucapkan minal aidin walafaijin mhn maaf lahir dan bathin.

Budi Prasetyo & Keluarga, 23 October 2006, 15:10
Ass.., Taqobalallahu minna waminkum. Selamat Idul Fitri 1427 H, maaf atas segala salah & khilaf. Semoga Ramadhan telah menjadikan kita hamba yg ikhlas & Rhido atas segala ketentuan-Nya, diberkahi Kesabaran & Akhlak Mulia, serta bias membaca Hikmah dibalik setiap Kejadian, Amiin. Wass..

Bulik Cuniek, 23 October 2006 16:12
Taqabbalallahu Minna Wa Minkum, Met lebaran Minal aidin wal faidzin. Maaf lahir dan batin.

Ning Dyah, 23 October 2006, 16:21
Ha3x, riyoyo gak usah muring2, Cak! Pokoke, Zainal Abidin Nurul Arifin, Ikan kakap ikan patin. Minal Aidin wal Faidzin, Mohon Maaf lahir dan batin ..


Ari,Mela & Asha, 23 October 2006, 17:52
Taqabalahu minna wa minkum taqabalahu ya karim ‘Sbgi insane yang tdk sempurna, Sy sekeluarga haturkan Maaf lahir bathin, Minal aidin wal faidzin.


Santo & Kel, 23 October 2006, 23:13
Taqabalallahu minna waminkum, minal aidin walfaidzin. Mohon maaf lahir & batin, Selamat Hari Raya Idul Fitri 1427H.

Dyah Palupi & Kel, 24 October 2006, 06:22
Makan empat ketupat di hari raya, kalau tak sempat berjabat terwakili oleh kata: Minal aidin wal faizin, mohon maaf lahir & batin.

Mama Salsa, 24 October 2006, 09:31
Jk ht sjernih air jgn biarkan ia kruh, jk ht spth awn jgn biarkan ia mndung, jk ht seindh buln, hiasi ia dgn iman”Slmt hr raya idul fitri 1427 H” mhn mf lhir & btin.

Kartika, 24 October 2006, 10:46
Taqobbalallaahu minna waminkum, syiaamana wasyiaamakum, minal aidin walfaidzin, mohon maaf lahir & bathin.

Nina, 24 October 2006, 11:03
Mohon dmaAfkan & dikLaskan smua pRkataAn yg tak brkenan, janji yang tak trPenuhi, sikap yg tak terjaGa, serta smua ksalahan. Bone fete de L’aid-el-Fitri! =)

Ira & Family, 24 October 2006, 14:00
Dear friends, Selamat Idul Fitri. Maaf atas sgl kesalahan di masa lalu. Salam utk seluruh keluarga.

Adi, dr. Ida & Tibra, 24 October 2006, 14:31
Andai jemari tak kuasa bjabat, Insya Allah kata masih dpt diucap, Minal aidin walfaidzin, mhon maaf lahir & batin. Slamat Idul Fitri 1427 H.

Agung R, 24 October 2006, 21:05
Selamat Idul Fitri, mohon maaf lahir & batin. Salam untuk semua keluarga ..

Kufu & Yasin, 25 October 2006, 08:55
Ass, Kami seklg jg trt m’ucapkan, TAOBALLHU MINNA WAMINKUM SIAMANA WASIAMAKUM, MHN MAAF LAHIR & BATHIN. Wass.

Rina Putri, 25 October 2006,, 12:39
Selamat lebaran dan liburan, mohon maaf lahir dan batin.

Guntur S, 25 October 2006, 12:54
Selamat hari raya Idul Fitri mohon maaf lahir dan batin

Ruhan dan Kel, 25 October 2006, 13:40
Mudah2an samudra maaf belum kering untuk lautan khilaf yang telah kami perbuat. Mohon maaf lahir bathin. Selamat Idul Fithri 1427 H.

Yaya & Kel, 25 October 2006, 20:24
Jika hati sejernih air, jangan biarkan ia keruh. Jk hati seindah bulan, hiasi ia dengan iman. Taqobbalallahu minna wa minkum. Maaf lahir dan batin.

Tammy, 29 October 2006, 09:04
Sebening kalbu setulus hati, mohon maaf lahir & batin, agar diri kembali fitri, dihari nan suci ini. Semoga Idul Fitri membawa berkah bagi seisi bumi.

Acil, 30 October 2006, 14:54
Thks ya topan kmi sekelg jg mohon maaf lhr & batin

Catatan Perjalanan Idul Fitri 1427H - Wisata Kuliner di Semarang

Sekitar 20 tahun yang lalu, mungkin tidak terpikir dibanyak orang, bahwa Jalan Pandanaran akan menjadi pusat oleh-oleh yang cukup penting di Semarang di kemudian hari. Berkembangnya pun cukup alamiah, diawali Bandeng Juwana dan Bandeng Presto, kemudian diikuti oleh merek yang lain. Bahkan sekarang ini, tidak hanya bandeng duri lunak yang menjadi andalan. Di sini bisa didapatkan lunpia (atau lumpia?), wingko babat dengan berbagai macam rasa, dan yang terbaru mulai marak kue moaci.


Cuma, yang menjadi kekurangan adalah tiadanya fasilitas parkir yang memadai. Terutama di masa liburan, mobil yang mayoritas dari luar kota, akan parkir di depan toko-toko yang ada di Jalan Pandaran. Hal ini mengakibatkan kemacetan. Kabarnya saat ini sedang dipikirkan dibuat taman parkir di depan Kantor BRI Pandanaran.

Sebenarnya ini bisa menjadi salah satu peluang bisnis tersendiri bagi para pemilik lahan di sekitar Jalan Pandanaran. Misalnya dengan membuat gedung parkir bertingkat, yang khusus diperuntukkan bagi pengunjung Jalan Pandanaran.

Warung Semawis
Buat yang ingin wisata kuliner di Semarang, masih terdapat berbagai macam tempat alternatif. Antara lain Warung Semawis yang di gelar setiap weekend di malam hari. Bertempat di daerah pecinan. Yakni di sekitar gang warung, gang lombok dan sekitarnya. Cuma karena bertempat di daerah pecinan, buat pengunjung yang beragama Islam harus berhati-hati memilih makanan yang halal. Meskipun ada tulisan halal. Maklum banyak yang mencantumkan label halal tanpa seijin MUI.

Tahu Pong
Alternatif lain, bisa anda berkunjung ke Tahu Pong di jalan Gajah Mada yang tidak jauh dari perempatan Jalan Depok dan Jalan Gajah Mada. Disebut Tahu Pong karena menu utamanya adalah Tahu yang kosong didalamnya alias kopong. Makanya disebut Tahu Pong. Yang disajikan dengan gimbal (udang yang digoreng dengan tepung), telur, timun, dan bumbu kecap. Sekilas hampir sama dengan Tahu Gimbal. Untuk satu porsi tahu pong dan gimbal, harganya 9500 rupiah, sedangkan untuk menu komplit yang terdiri dari tahu, gimbal, telur harganya 14.000.

Tahu Gimbal
Salah satu makanan khas semarang, yang menunya hampir sama dengan Tahu Pong. Kalau di siang hari bisa ditemui di Taman KB Jalan Menteri Supeno tidak jauh dari Kantor Gubernur Jateng, SMU 1, dan Bulog Jawa Tengah. Sedangkan di malam hari terutama malam minggu, lokasinya berada di Jalan Pahlawan tepatnya di depan Kantor Telkom. Disitu berderet penjual Tahu Gimbal Lesehan. Tetapi kalau melihat sekilas (saya belum coba), anda sebaiknya hati-hati dengan harga yang ditawarkan. Biasanya kalau modelnya seperti itu, harga yang ditawarkan harga turis.

Soto Semarang
Dan salah satu wisata kuliner yang tersohor di Semarang yakni Soto Bangkong (orang semarang bilangnya mbangkong). Sebenarnya Soto Bangkong ini tidaklah beda dengan Soto Semarang yang lain. Bagi orang Semarang, harga di Soto Bangkong termasuk sangat mahal. Makanya orang Semarang kalau ingin menikmati Soto Semarang, lebih memilih di tempat lain. Karena alternatifnya memang banyak.

Di Jalan Thamrin misalnya ada tiga buah warung soto, Soto Pak No, Soto Pak Darno, dan Warung Ijo (saya tidak tahu nama baru dari Warung Ijo ini). Kemudian di daerah Kranggan (area perdagangan emas di Semarang) ada Soto Pak Yo alias Pak Tugiyo. Di jalan Plampitan ada Soto Bokoran. Kemudian jika kita bergerak ke arah daerah Menteri Supeno, daerah dimana banyak Kantor Pemerintah, ada Soto Pak No, yang lokasinya berada di belakang Kantor Gubernur Jawa Tengah dan juga Kantor Bulog Jawa Tengah. Soto Pak No di Menteri Supeno sendiri sekarang sudah beralih ke generasi kedua.

Dan daftar penjual Soto Semarang ini masih bertambah dengan adanya Soto Soenaryo dan Soto Mas Met di Jalan Indrapasta. Cuma Soto Mas Met ini hanya buka di malam hari.

Selain Soto Mas Met, warung lain yang membuka di malam hari adalah Soto Neon yang terletak di daerah Pringgading. Dan buka di pagi hari hanya di hari Minggu. Salah satu menu favorit di Soto Neon yakni Tahu Bung, Tahu yang berisi bambu muda alias rebung.

Ciri khas Soto Semarang adalah dicampurnya nasi dan kuah soto di satu tempat, kemudian adanya sate ayam, kerang, sate telur puyuh. Cuma jangan kaget buat yang pertama kali mencobanya. Yakni ukuran mangkok yang relatif kecil. Jadi yang merasa kurang, biasanya nambah. Bisa nambah satu mangkok penuh atau separuh. Meskipun separuh, biasanya isinya hampir sama dengan satu mangkok penuh.

Yang sedikit agak berbeda, di Soto Neon. Mangkok yang digunakan untuk satu porsi, menggunakan mangkok bakso. Sedangkan untuk tambahan separuh menggunakan mangkok soto yang biasa digunakan di warung lain. Cukup cerdik, jadi dengan harga yang relatif sama, tapi porsi yang disediakan lebih banyak dibandingkan warung yang lain.

Anda mau mencobanya?