1. Sakit hati "dikerjain" di liga sinetron
2. Cuma cari pengganti APBD, pengelolaan profesional? Kelaut aja.
3. Alat kampanye buat pemilu 2014, bisa jadi dia nggak dpt tempat di liga sinetron.
4. Membuat klub yg benar2 profesional. Dari 19 klub yg ada, saya yakin cuma sedikit akan benar prof. Semoga perkiraan saya salah.
Republik Blog
Sunday, February 06, 2011
Anda tipe suporter seperti apa?
Suporter tv; nonton bola hanya di tv, nggak pernah mau datang ke stadion, takut rusuh jd slh 1 sebab.
Suporter tikus; datang ke stadion gak pernah bayar tiket. Selalu punya jalan tikus utk masuk gratis. Kalopun bayar, ngasih uang rokok sekedarnya ke petugas jaga pintu.
Penonton bukan suporter; nonton di stadion hanya jika prestasi tim yg di support bagus. Entah pragmatis atau cerdas buat golongan spt ini.
Suporter bayaran; adakah? Tahukah anda, klub2 liga itu punya budget buat mendatangkan golongan semacam ini. Sekali tanding budgetnya bisa jutaan rupiah.
Suporter Sejati; datang, beli tiket (syukur2 paling mahal), nonton, pulang dengan senang hati, entah itu timnya menang atau kalah. It's Sport!
Suporter tikus; datang ke stadion gak pernah bayar tiket. Selalu punya jalan tikus utk masuk gratis. Kalopun bayar, ngasih uang rokok sekedarnya ke petugas jaga pintu.
Penonton bukan suporter; nonton di stadion hanya jika prestasi tim yg di support bagus. Entah pragmatis atau cerdas buat golongan spt ini.
Suporter bayaran; adakah? Tahukah anda, klub2 liga itu punya budget buat mendatangkan golongan semacam ini. Sekali tanding budgetnya bisa jutaan rupiah.
Suporter Sejati; datang, beli tiket (syukur2 paling mahal), nonton, pulang dengan senang hati, entah itu timnya menang atau kalah. It's Sport!
Monday, June 14, 2010
Do Nothing
Satu hal yang ingin saya lakukan sekarang, yakni tidak melakukan apa-apa. Apapun! Ya, tidak melakukan satu hal pun kecuali bernafas. Kenapa?
Bosan
Bosan dengan banyak hal. Keseharian yang selalu berulang setiap hari, minggu, hingga berbilang tahun dan bulan. Dahulu saya begitu berharap pada hari Sabtu. Tetapi sekarang saat sudah sampai di hari Sabtu, ternyata rutinitas pun terjadi. Rutinitas yang tidak bisa dilakukan di hari biasa akhirnya dilakukan di hari Sabtu. Akhirnya? Ya Bosen juga.
Masalahnya adalah karena sekarang saya tidak bisa menjadi diri sendiri, dalam arti terikat pada banyak hal. Terikat pada pekerjaan, anak, istri, orang tua, dan mertua. Bahkan kalau mau ditambah lagi bisa seperti tetangga, teman, pembantu. Huuuih....
Saat ingin melakukan satu hal buat menghilangkan kebosanan, salah satu pengikat itu datang. Yang ini lah, yang itulah. Saat satu pengikat lepas, pengikat lain mengencang. Semprul....
Bosan
Bosan dengan banyak hal. Keseharian yang selalu berulang setiap hari, minggu, hingga berbilang tahun dan bulan. Dahulu saya begitu berharap pada hari Sabtu. Tetapi sekarang saat sudah sampai di hari Sabtu, ternyata rutinitas pun terjadi. Rutinitas yang tidak bisa dilakukan di hari biasa akhirnya dilakukan di hari Sabtu. Akhirnya? Ya Bosen juga.
Masalahnya adalah karena sekarang saya tidak bisa menjadi diri sendiri, dalam arti terikat pada banyak hal. Terikat pada pekerjaan, anak, istri, orang tua, dan mertua. Bahkan kalau mau ditambah lagi bisa seperti tetangga, teman, pembantu. Huuuih....
Saat ingin melakukan satu hal buat menghilangkan kebosanan, salah satu pengikat itu datang. Yang ini lah, yang itulah. Saat satu pengikat lepas, pengikat lain mengencang. Semprul....
Sunday, April 25, 2010
Indonesia, Dunia Yang Terbalik
Seminggu lalu, Kota Semarang melakukan Pilkada untuk memilih Walikota yang baru. Sebagai orang yang lama tinggal di Semarang, meskipun sekarang sudah lama meninggalkan, saya coba mengikuti perkembangannya. Meskipun begitu melihat para kandidat, hampir semua tidak kenal, kecuali satu orang yang pernah menjadi kakak kelas waktu kuliah dulu.
Kenal saja tidak apalagi melihat track recordnya? Masalahnyaa adalah konon ada satu calon Walikota yang pernah tertangkap basah selingkuh dengan Istri orang beberapa tahun silam. Saya jadi gundah, kok bisa orang seperti ini kok lolos jadi Calon Walikota?
Dan kalau melihat di kota-kota lain, muncul Jupe sama Maria Eva yang juga mencalonkan diri. Halooooo ..... para partai politik, kemana saja dirimu selama ini? Katanya partai politik itu tempat pengkaderan pemimpin bangsa. Kenapa tega-teganya melacurkan diri dengan orang yang menurut saya TIDAK PANTAS untuk menjadi pemimpin.
Apa kata dunia kalau para pemimpin negeri ini berisi PEZINA, KORUPTOR? Kenapa kita meminggirkan peran para Ulama? Dan menjunjung tinggi para BEGUNDAL?
Kenal saja tidak apalagi melihat track recordnya? Masalahnyaa adalah konon ada satu calon Walikota yang pernah tertangkap basah selingkuh dengan Istri orang beberapa tahun silam. Saya jadi gundah, kok bisa orang seperti ini kok lolos jadi Calon Walikota?
Dan kalau melihat di kota-kota lain, muncul Jupe sama Maria Eva yang juga mencalonkan diri. Halooooo ..... para partai politik, kemana saja dirimu selama ini? Katanya partai politik itu tempat pengkaderan pemimpin bangsa. Kenapa tega-teganya melacurkan diri dengan orang yang menurut saya TIDAK PANTAS untuk menjadi pemimpin.
Apa kata dunia kalau para pemimpin negeri ini berisi PEZINA, KORUPTOR? Kenapa kita meminggirkan peran para Ulama? Dan menjunjung tinggi para BEGUNDAL?
Sunday, April 04, 2010
Tips Buat Yang Mau Buat Sumur
Liburan panjang awal april ini buat saya malah repot dengan urusan yang tak terduga, yakni urusan air yang tiba-tiba tidak keluar dari sumur di belakang rumah. Begitu saya "pancing" sampai dengan satu ember masih tetap tidak keluar, saya langsung tahu masalahnya yakni, klep nya tersumbat pasir atau kerikil.
Masalah utamanya sebenarnya bukan itu, yakni karena pipa yang dipakai sebagai dinding sumur [diameter 4 inch] sudah pecah, sehingga tanah yang ada diluar pipa masuk ke dalam air yang dipompa keluar. Sehingga air menjadi keruh dan berpotensi menghambat klepnya tadi.
Dan saya baru tahu kalau pipa 4 inch yang dipakai sama tukang sumur yang dulu berkualitas buruk. Kalau istilah di kalangan tukang sumur dan toko bangungan, pipa yang berkualitas buruk itu adalah WAVIN D, ciri-cirinya adalah bahannya tipis, dan terdapat strip [garis] merah.
Jadi jika anda saat ini mau bikin sumur, pastikan kalau perlu beli sendiri bahannya bahwa pipa yang dipakai bukan WAVIN D. Pilihlah WAVIN AW. Bahannya lebih tebal dibanding yang D. Cirinya adalah bergaris biru. WAVIN AW yang berukuran 4 inch harganya berkisar 150 ribu per buah dengan panjang 4 meter.
Mengenai biaya tukang sumurnya sendiri saya kurang begitu paham, bisa jadi per daerah harganya lain. Tukang sumur biasanya paham kalau dia mengerjakan dikompleks perumahan elit, harga yang dia tawarkan lumayan tinggi. Saya sendiri setelah tawar menawar sepakat di harga 1 juta rupiah sampai jadi dengan garansi 3 bulan. Jika masih ada masalah dalam 3 bulan ke depan si tukang sumur tadi akan memperbaiki free of charge.
Kemudian mengenai klepnya, pilihlah yang merek ONDA. Dengan ukuran 1 inch, harganya 40ribuan. Tips yang lain adalah tungguin itu tukang sumur saat sedang kerja. Jangan mudah percaya dengan para tukang sumur.
Moga-moga tulisan ini bermanfaat buat yang mau bikin sumur.
Masalah utamanya sebenarnya bukan itu, yakni karena pipa yang dipakai sebagai dinding sumur [diameter 4 inch] sudah pecah, sehingga tanah yang ada diluar pipa masuk ke dalam air yang dipompa keluar. Sehingga air menjadi keruh dan berpotensi menghambat klepnya tadi.
Dan saya baru tahu kalau pipa 4 inch yang dipakai sama tukang sumur yang dulu berkualitas buruk. Kalau istilah di kalangan tukang sumur dan toko bangungan, pipa yang berkualitas buruk itu adalah WAVIN D, ciri-cirinya adalah bahannya tipis, dan terdapat strip [garis] merah.
Jadi jika anda saat ini mau bikin sumur, pastikan kalau perlu beli sendiri bahannya bahwa pipa yang dipakai bukan WAVIN D. Pilihlah WAVIN AW. Bahannya lebih tebal dibanding yang D. Cirinya adalah bergaris biru. WAVIN AW yang berukuran 4 inch harganya berkisar 150 ribu per buah dengan panjang 4 meter.
Mengenai biaya tukang sumurnya sendiri saya kurang begitu paham, bisa jadi per daerah harganya lain. Tukang sumur biasanya paham kalau dia mengerjakan dikompleks perumahan elit, harga yang dia tawarkan lumayan tinggi. Saya sendiri setelah tawar menawar sepakat di harga 1 juta rupiah sampai jadi dengan garansi 3 bulan. Jika masih ada masalah dalam 3 bulan ke depan si tukang sumur tadi akan memperbaiki free of charge.
Kemudian mengenai klepnya, pilihlah yang merek ONDA. Dengan ukuran 1 inch, harganya 40ribuan. Tips yang lain adalah tungguin itu tukang sumur saat sedang kerja. Jangan mudah percaya dengan para tukang sumur.
Moga-moga tulisan ini bermanfaat buat yang mau bikin sumur.
Saturday, March 27, 2010
No Earth Hour but Indonesia Hour
Saat nulis postingan ini, katanya lagi Earth Hour, alias kampanye untuk mematikan lampu selama satu jam di seluruh dunia. Jadi kalau tulisan tetap bisa terposting berarti lampu dirumah saya masih nyala. Lho berarti saya nggak dukung Earth Hour?
Kenapa harus didukung? Saya belum lihat keuntungannya buat saya kalau mendukung Earth Hour. Kalau mau mengatasi krisis energi ya bongkar aja tuh PLN,Perusahaan Lilin Negara.
Saya yakin kalo yang bekerja di PLN itu orang-orang jujur, niscaya kita akan lepas dari krisis listrik yang selama ini kita alami. Tidak ada itu pemadaman bergilir. Tidak ada itu bonus buat bos-bos PLN. Masa krisis kayak gini masih bagi bonus buat bos PLN. Yang bener aja.
Kalau para penggiat Earth Hour mau serius, bikin kampanye penggunaan tenaga matahari untuk listrik di Indonesia. Di Indonesia itu puanasnya minta ampun. Puanase polll.... Masak keadaan kayak gitu nggak ada listrik tenaga matahari. Ada apa ini?
Kalau instrumen yang digunakan mahal. Masak sih kalau dibikin masal untuk jutaan rumah tangga di Indonesia masih juga mahal? Atau jangan-jangan ada pihak yang takut dengan adanya listrik tenaga matahari?
Karena kalau ada listrik tenaga matahari berarti PLN bisa mengalami penurunan pendapatan. Penjajah asing nggak bisa menjual listrik super mahal kepada rakyat miskin Indonesia.
Jadi mari tolak EARTH HOUR.
Kenapa harus didukung? Saya belum lihat keuntungannya buat saya kalau mendukung Earth Hour. Kalau mau mengatasi krisis energi ya bongkar aja tuh PLN,Perusahaan Lilin Negara.
Saya yakin kalo yang bekerja di PLN itu orang-orang jujur, niscaya kita akan lepas dari krisis listrik yang selama ini kita alami. Tidak ada itu pemadaman bergilir. Tidak ada itu bonus buat bos-bos PLN. Masa krisis kayak gini masih bagi bonus buat bos PLN. Yang bener aja.
Kalau para penggiat Earth Hour mau serius, bikin kampanye penggunaan tenaga matahari untuk listrik di Indonesia. Di Indonesia itu puanasnya minta ampun. Puanase polll.... Masak keadaan kayak gitu nggak ada listrik tenaga matahari. Ada apa ini?
Kalau instrumen yang digunakan mahal. Masak sih kalau dibikin masal untuk jutaan rumah tangga di Indonesia masih juga mahal? Atau jangan-jangan ada pihak yang takut dengan adanya listrik tenaga matahari?
Karena kalau ada listrik tenaga matahari berarti PLN bisa mengalami penurunan pendapatan. Penjajah asing nggak bisa menjual listrik super mahal kepada rakyat miskin Indonesia.
Jadi mari tolak EARTH HOUR.
Are your ready to be fired?
Pertanyaan yang sulit untuk dijawab. Kenapa saya ingin menuliskan disini mengenai hal tersebut?
Karena hari ini, tiba-tiba seorang teman sekaligus sebagai client menelepon. Perkiraan saya karena dia ada request tertentu yang berhubungan dengan pekerjaannya sekarang. Tetapi ternyata dia bahwa dia menjadi korban seperti senior-seniornya yang terdahulu.
Yakni korban Like and Dislike [paling tidak menurut dia dan beberapa korban lain]. Dan statusnya sih bukan dipecat tapi dipaksa untuk mengundurkan diri dalam beberapa hari kedepan.Uuuh..
Sulit untuk membayangkan jika hal tersebut menimpa saya hari ini. Karena jelas dapur harus tetap ngebul. Cicilan rumah harus tetap dibayar. Uang sekolah anak harus tetap dibayar. Uang dari mana jika tidak bekerja?
Solusi sementara ya kalau istri bekerja berarti ya mengandalkan gaji istri. Sambil berjalannya waktu, mencari pekerjaan baru atau menjadi wiraswasta.
Jujur saya jadi spechless mendengar keluhan teman tadi....
Karena hari ini, tiba-tiba seorang teman sekaligus sebagai client menelepon. Perkiraan saya karena dia ada request tertentu yang berhubungan dengan pekerjaannya sekarang. Tetapi ternyata dia bahwa dia menjadi korban seperti senior-seniornya yang terdahulu.
Yakni korban Like and Dislike [paling tidak menurut dia dan beberapa korban lain]. Dan statusnya sih bukan dipecat tapi dipaksa untuk mengundurkan diri dalam beberapa hari kedepan.Uuuh..
Sulit untuk membayangkan jika hal tersebut menimpa saya hari ini. Karena jelas dapur harus tetap ngebul. Cicilan rumah harus tetap dibayar. Uang sekolah anak harus tetap dibayar. Uang dari mana jika tidak bekerja?
Solusi sementara ya kalau istri bekerja berarti ya mengandalkan gaji istri. Sambil berjalannya waktu, mencari pekerjaan baru atau menjadi wiraswasta.
Jujur saya jadi spechless mendengar keluhan teman tadi....
Thursday, March 11, 2010
Kecerdasan dan Attitude
Buat seorang pelajar, sepertinya kecerdasan adalah segalanya. Dibenak mereka bahwa prestasi di sekolah itu ditentukan seberapa cerdas atau pintar mereka dalam hal menerima dan memahami pelajaran sekolah. Terserah bagaimana caranya. Dan kecerdasan dianggap berbanding lurus dengan kesuksesan seseorang di masa depan.
Benarkah demikian?
Sampai dengan saya lulus kuliah, pemikiran itu saya anggap benar.
Tetapi menjadi tidak sepenuhnya benar saat saya mulai meniti karir. Saat itu mulailah saya berinteraksi dengan berbagai macam latar belakang orang di lingkungan pekerjaan. Dan semakin lama saya bekerja, saya akhirnya berpendapat bahwa dalam bekerja kecerdasan bukanlah segalanya. Bukan berarti kecerdasan tidak penting. Tetapi tidak cukup hanya dengan kecerdasan dalam menentukan karir seseorang.
Faktor lain yang menentukan adalah attitude. Etos kerja selama dia melakukan pekerjaan ternyata faktor yang tidak kalah penting. Bahkan dibeberapa kondisi, attitude lebih diperlukan dibandingkan kecerdasan.
Jika seseorang mempunyai keduanya, bersyukurlah dan peliharalah keduanya. Karena keduanya merupakan senjata ampuh dalam menghadapi kerasnya dunia kerja saat ini.
Benarkah demikian?
Sampai dengan saya lulus kuliah, pemikiran itu saya anggap benar.
Tetapi menjadi tidak sepenuhnya benar saat saya mulai meniti karir. Saat itu mulailah saya berinteraksi dengan berbagai macam latar belakang orang di lingkungan pekerjaan. Dan semakin lama saya bekerja, saya akhirnya berpendapat bahwa dalam bekerja kecerdasan bukanlah segalanya. Bukan berarti kecerdasan tidak penting. Tetapi tidak cukup hanya dengan kecerdasan dalam menentukan karir seseorang.
Faktor lain yang menentukan adalah attitude. Etos kerja selama dia melakukan pekerjaan ternyata faktor yang tidak kalah penting. Bahkan dibeberapa kondisi, attitude lebih diperlukan dibandingkan kecerdasan.
Jika seseorang mempunyai keduanya, bersyukurlah dan peliharalah keduanya. Karena keduanya merupakan senjata ampuh dalam menghadapi kerasnya dunia kerja saat ini.
Wednesday, March 10, 2010
Dell Inspiron 1320
Yap, nggak salah. Itulah Notebook saya yang baru, yakni Inspiron 1320.
Barang itu saya beli kemarin pas Megabazar Computer di JHCC. Sebenarnya saya tertarik model lain, yakni Toshiba Portege T110. Tapi begitu datang ke pameran komputer tersebut, pandangan pertama langsung tertuju pada Dell Inspiron 1320 ini.
Sebelum saya memutuskan mana yang mau saya beli, saya berprinsip, bahwa screen size monitornya harus tidak gedhe, berarti dibawah 14 inch. Tapi saya nggak mau pakai netbook, yang kebanyakan ukuran monitornya di 10 inch kebawah. Terlalu kecil buat saya.
Yang kedua, karena kebutuhannya buat kerja sambil main-main dirumah entah itu main game atau browsing internet, berarti kemampuaannya harus lebih dari sekedar netbook.
Pertama tertarik sama T110 Toshiba, tetapi setelah melihat harga dan saya bandingkan dengan Dell Inspiron 1320, ya saya pilih yang kedua ini.
OS bawaannya sih kayaknya sebenarnya Windows Vista, tetapi saya beli hanya ada DOS. Buat saya nggak masalah. Toh malah menguntungkan dari sisi harga. Lumayan kan ngirit 1juta lebih.
O iya harga yang saya dapat, 6,2 juta.
Dan tadinya mau saya install Windows 7, tetapi berhubung CD nya entah kemana, ya sementara ini saya install Vista. Problem pertama yakni Driver untuk LAN Card nya yang nggak cocok sama Vista, untunglah akhirnya setelah bisa tersambung dengan internet, dapat driver yang cocok.
Problem kedua adalah saat install Citrix, karena buat bisa kerja remote jadi kalau pas lagi nggak di kantor tetap bisa akses. Berhasil di install tetapi setelah dijalankan muncul error message: SSL Error 61. Yang berhubungan dengan Certificate. Setelah cari-cari dibantu om google, ternyata masalah yang sering ditemui sama Vista usert. Ada beberapa linknya kok untuk troubleshoot nya.
Kesan? Mantap deh .... warnanya saya pilih Merah. Desain dalamnya simpel. Saking simpelnya saat saya pencel CAPSLOCK nggak ada tanda-tanda bahwa button CAPSLOCK sudah di pencet. Karena memang nggak ada lampu indikator mengenai CAPSLOCK ini.
Barang itu saya beli kemarin pas Megabazar Computer di JHCC. Sebenarnya saya tertarik model lain, yakni Toshiba Portege T110. Tapi begitu datang ke pameran komputer tersebut, pandangan pertama langsung tertuju pada Dell Inspiron 1320 ini.
Sebelum saya memutuskan mana yang mau saya beli, saya berprinsip, bahwa screen size monitornya harus tidak gedhe, berarti dibawah 14 inch. Tapi saya nggak mau pakai netbook, yang kebanyakan ukuran monitornya di 10 inch kebawah. Terlalu kecil buat saya.
Yang kedua, karena kebutuhannya buat kerja sambil main-main dirumah entah itu main game atau browsing internet, berarti kemampuaannya harus lebih dari sekedar netbook.
Pertama tertarik sama T110 Toshiba, tetapi setelah melihat harga dan saya bandingkan dengan Dell Inspiron 1320, ya saya pilih yang kedua ini.
OS bawaannya sih kayaknya sebenarnya Windows Vista, tetapi saya beli hanya ada DOS. Buat saya nggak masalah. Toh malah menguntungkan dari sisi harga. Lumayan kan ngirit 1juta lebih.
O iya harga yang saya dapat, 6,2 juta.
Dan tadinya mau saya install Windows 7, tetapi berhubung CD nya entah kemana, ya sementara ini saya install Vista. Problem pertama yakni Driver untuk LAN Card nya yang nggak cocok sama Vista, untunglah akhirnya setelah bisa tersambung dengan internet, dapat driver yang cocok.
Problem kedua adalah saat install Citrix, karena buat bisa kerja remote jadi kalau pas lagi nggak di kantor tetap bisa akses. Berhasil di install tetapi setelah dijalankan muncul error message: SSL Error 61. Yang berhubungan dengan Certificate. Setelah cari-cari dibantu om google, ternyata masalah yang sering ditemui sama Vista usert. Ada beberapa linknya kok untuk troubleshoot nya.
Kesan? Mantap deh .... warnanya saya pilih Merah. Desain dalamnya simpel. Saking simpelnya saat saya pencel CAPSLOCK nggak ada tanda-tanda bahwa button CAPSLOCK sudah di pencet. Karena memang nggak ada lampu indikator mengenai CAPSLOCK ini.
Sunday, January 10, 2010
Nobody's Perfect
Allah menciptakan manusia dalam kesempurnaan. Kesempurnaan paripurna dalam banyak sisi. Bahkan kesempurnaannya melebihi makhluk Allah yang lain. Lebih sempurna dibandingkan tumbuhan, binatang, tanah, air, dan bahkan malaikat sekalipun. Dalam penciptaannya bahkan malaikat sempat 'protes' kepada Allah, kenapa menciptakan makhluk seperti manusia.
Tetapi kesempurnaan yang diciptakan Allah kepada manusia, tetap ada semacam keadilan. Tidak semua manusia diberi semuanya sama persis. Tidak ada diantara milyaran manusia di muka bumi yang memiliki kesamaan sama persis dalam segala hal. Fisik, lahir, rejeki, jodoh, dan mati.
Timbullah ungkapan Nobody's Perfect. Tiada kesempurnaan yang abadi. Karena semua yang abadi dan sempurna hanya milik Allah SWT. Makhluknya diberi kesempurnaan sesuai dengan tingkatan dan kapasitasnya. Dan semua indah sesuai dengan waktu dan ukurannya.
Ada seorang lelaki berwajah tampan, menarik, soleh, dan pasti kaya, mendapatkan istri cantik, shalehah, dari keluarga baik-baik dan terpandang pula. Sempurna bukan? Tetapi setelah menikah hampir 10 tahun, ternyata Allah belum berkenan menitipkan Buah Hati kepada mereka berdua.
Buah hati begitu didambakan, tak pelak banyak yang minta konsultasi ke dokter, mungkin dokter anak salah satunya. Di mata masyarakat, namanya dokter anak kehidupannya tak jauh dari yang namanya anak. Wah, anaknya pasti tertangani dengan benar, mungkin begitu di pikiran banyak orang tentang dokter anak. Tetapi bagaimana jika setelah menikah sekian lama, sang dokter anak itu belum juga punya momongan?
Dan berkebalikan dengan semua diatas, mungkin ada diantara kita yang diberi titipan sama Allah SWT, anak-anak yang jumlahnya Subhanallah banyaknya, bisa 3 atau 5 bahkan 10. Masa sekarang mungkin 3 jumlah maksimal yang umum bisa dipahami. Dan dengan anak yang banyak itu, tempat tinggal menjadi problem tersendiri, dengan anak 3 misalnya sedangkan rumah yang dipunyai hanya tipe 36 dengan kamar hanya ada 2. Terbayang repotnya mengatur masalah kamar, terlebih jika ada pembantu yang tinggal di rumah. Tetapi dia punya tetangga dengan kemampuan ekonomi yang sangat berkecukupan dan rumah yang besar, tetapi tidak ada anak.
Tidak ada manusia yang sempurna, Tak ada gading yang tak retak. Mari kita bersyukur dengan apa yang kita punyai sekarang. Alhamdulillah ...
Tetapi kesempurnaan yang diciptakan Allah kepada manusia, tetap ada semacam keadilan. Tidak semua manusia diberi semuanya sama persis. Tidak ada diantara milyaran manusia di muka bumi yang memiliki kesamaan sama persis dalam segala hal. Fisik, lahir, rejeki, jodoh, dan mati.
Timbullah ungkapan Nobody's Perfect. Tiada kesempurnaan yang abadi. Karena semua yang abadi dan sempurna hanya milik Allah SWT. Makhluknya diberi kesempurnaan sesuai dengan tingkatan dan kapasitasnya. Dan semua indah sesuai dengan waktu dan ukurannya.
Ada seorang lelaki berwajah tampan, menarik, soleh, dan pasti kaya, mendapatkan istri cantik, shalehah, dari keluarga baik-baik dan terpandang pula. Sempurna bukan? Tetapi setelah menikah hampir 10 tahun, ternyata Allah belum berkenan menitipkan Buah Hati kepada mereka berdua.
Buah hati begitu didambakan, tak pelak banyak yang minta konsultasi ke dokter, mungkin dokter anak salah satunya. Di mata masyarakat, namanya dokter anak kehidupannya tak jauh dari yang namanya anak. Wah, anaknya pasti tertangani dengan benar, mungkin begitu di pikiran banyak orang tentang dokter anak. Tetapi bagaimana jika setelah menikah sekian lama, sang dokter anak itu belum juga punya momongan?
Dan berkebalikan dengan semua diatas, mungkin ada diantara kita yang diberi titipan sama Allah SWT, anak-anak yang jumlahnya Subhanallah banyaknya, bisa 3 atau 5 bahkan 10. Masa sekarang mungkin 3 jumlah maksimal yang umum bisa dipahami. Dan dengan anak yang banyak itu, tempat tinggal menjadi problem tersendiri, dengan anak 3 misalnya sedangkan rumah yang dipunyai hanya tipe 36 dengan kamar hanya ada 2. Terbayang repotnya mengatur masalah kamar, terlebih jika ada pembantu yang tinggal di rumah. Tetapi dia punya tetangga dengan kemampuan ekonomi yang sangat berkecukupan dan rumah yang besar, tetapi tidak ada anak.
Tidak ada manusia yang sempurna, Tak ada gading yang tak retak. Mari kita bersyukur dengan apa yang kita punyai sekarang. Alhamdulillah ...
Subscribe to:
Posts (Atom)