Obama: A Strong Record of Supporting The Security, Peace, and Prosperity of Israel

Sekali Amerika Tetap Amerika. Masihkah berharap banyak terhadap Obama?
“Our alliance is based on shared interests and shared values. Those who threaten Israel threaten us. Israel has always faced these threats on the front lines. And I will bring to the White House an unshakeable commitment to Israel’s security…I will ensure that Israel can defend itself from any threat - from Gaza to Tehran.… Across the political spectrum, Israelis understand that real security can only come through lasting peace. And that is why we - as friends of Israel - must resolve to do all we can to help Israel and its neighbors to achieve it.”
[Obama Speech at 2008 AIPAC Policy Conference, 6/4/08]


http://origin.barackobama.com/pdf/IsraelFactSheet.pdf

Labels:


Read more!

posted by RB @ 11:14 PM, , links to this post




B-3-PE

BEPE, alias Bambang Pamungkas. Striker Persija sekaligus Timnas Indonesia. Salah satu pemain Indonesia paling konsisten penampilannya di lapangan bola.

Di Koran Tempo hari ini, ada kolom yang mengulas tentang BEPE, dan yang menarik ada informasi bahwa di punya website www.bambangpamungkas20.com. Iseng-iseng saya klik, dan mmmm bener-bener lain-lain dari pada yang lain. Terutama jika dibandingkan pemain bola lokal lain. Boro-boro mikir website, mikir duit dapur aja sudah pusing.

Disini bisa kita dapat banyak informasi mengenai kiprahnya dia di timnas, maupun di klubnya.

Dari sini juga kita bisa tahu bagaimana kejadian antara pelatih Libya, dan pelatih kiper Sudarno, hal itu akan sulit kita dapatkan di media cetak yang umumnya sudah antipati dengan PSSI.

Salah satu yang paling menarik adalah cerita Bambang, saat pertama kali akan ke Eropa. Dia tuangkan dalam 5 buah tulisan.

Cuma, dari sekian banyak informasi, ada satu yang paling saya cari tapi tidak ketemu. Yakni, Mengapa Bambang Pamungkas hanya 4 bulan di RODA JC, Belanda? Itu yang tidak diceritakan BEPE di bambangpamunkas20.com


Labels:


Read more!

posted by RB @ 1:58 PM, , links to this post




Bunga KPR & BI Rate

Kira-kira 3 hari lalu, ada sebuah amplop warna kuning tergeletak di meja kerja saya. Ada sebuah logo bank swasta disitu. Wah surat dari Bank Niaga Nih. Ada apa gerangan ya?

Secara rutin memang surat semacam itu acap kali saya terima dari Bank-bank dimana saya menjadi nasabahnya. Mulai dari urusan kartu kredit, hingga masalah KPR.

Saya dari dulu sebenarnya tidak pernah berurusan dengan Bank Niaga. Baru saat saya membeli rumah secara kredit, saya bersentuhan dengan bank ini. Dan sejak itu pula ada saja telpon yang menawarkan beberapa produknya ke saya. Ada yang saya ambil dan tidak sedikit pula yang saya tolak.

Kembali ke masalah amplop tadi, pikiran saya langsung tertuju, mungkin masalah tagihan kartu kredit, tapi kok tipis ya? Terjawablah sudah, setelah amplopnya terbuka. Kira-kira isinya sebagai berikut

... efektif tanggal 11/8/200 bunga pinjaman bapak menjadi sebagai berikut, kondisi sekarang 11.9% Anuitas menjadi 12.4% Anuitas....


Deg.... bukannya dua bulan lalu saya sudah mendapat pemberitahuan kenaikan bunga pinjaman? Sekarang naik lagi? Oh shit maan .....

Dasar rentenir..

Gila, begitu cepatnya Bank Niaga menaikkan suku bunga pinjaman, seiring dengan kenaikan BI Rate dari 8.75% di awal July menjadi 9% di 5 Agustus. Padahal diawal September ini bunga sudah naik lagi menjadi 9.25%. Wah berarti akan ada surat lagi nih dari Bank Niaga.

Ya, itulah kerakusan rentenir seperti Bank Niaga, dan juga bank-bank yang lain. Begitu cepat mereka MENAIKKAN BUNGA PINJAMAN untuk MERESPON KENAIKAN BI RATE, tetapi BANK NIAGA akan SANGAT LAMBAT MENURUNKAN SUKU BUNGA saat BI RATE TURUN!

Kalau ditarik mundur kebelakang, ini efek dari KEBIJAKAN MENAIKKAN HARGA BBM oleh SBY-JK, disaat KENAIKAN HARGA MINYAK DUNIA. Yang berujung pada kenaikan semua harga, enggak perduli harga apa saja. Naiik semua. Jadinya ya Inflasinya melonjak.

Dan SBY-JK BERTINDAK SAMA seperti RENTENIR tadi, saat HARGA MINYAK DUNIA TURUN harga BBM di Indonesia tetap diposisinya. Entah apa yang dipikirkan SBY-JK melihat ini.

TURUN akhirnya menjadi KATA TABU BAGI sebagian orang INDONESIA




Labels: ,


Read more!

posted by RB @ 6:06 AM, , links to this post




Kebohongan Jusuf Kalla Terbukti Nyata

Sebuah tulisan menarik dari Farid Gaban di akhir tahun 2007 [saya ambil dari milis Jurnalisme], yang temanya sangat relevan dengan situasi saat ini, terlebih dengan rencana kenaikan secara berkala harga elpiji mulai September 2008 ini.


[Harga elpiji naik? Akhir tahun lalu saya tentang kemungkinan munculnya problem ini. Perubahan pemakaian minyak tanah ke elpiji adalah jalan melingkar pencabutan subsidi bahan bakar.-FG]

Konversi Energi dan Kebohongan Jusuf Kalla

Oleh Farid Gaban | 7 September 2007

Wakil Presiden Jusuf Kalla mengatakan program konversi energi dari
minyak tanah ke gas elpiji akan terus dijalankan dan diharapkan tuntas
pada 2011.

Menurut Kalla, program itu menguntungkan baik bagi pemerintah maupun
masyarakat. Keuntungan lain: gas elpiji lebih bersih dan ramah
lingkungan dibanding minyak tanah.

Bagi pemerintah, program itu akan mengurangi besarnya subsidi minyak
tanah yang kini mencapai sekitar Rp 60 triliun per tahun.

Bagi masyarakat, menurut Kalla, pemakaian elpiji akan menghemat
penggunaan energi rumah tangga sekitar Rp 25.000 per bulan per keluarga.

Perhitungan Kalla seperti ini:

MINYAK TANAH
Konsumsi rata-rata per bulan/keluarga: 30 liter atau Rp 75.000 (asumsi
harga Rp 2.500/liter).

ELPIJI
Konsumsi rata-rata per bulan/keluarga: 12 kg atau Rp 51.000 (asumsi
harga Rp 4.250/kg).

Walhasil, ada penghematan sebesar Rp 24.000 per bulan/keluarga.

Program ini sepintas lalu bagus dan mulia. Namun, dipandang dari sudut
pandang masyarakat, khususnya masyarakat miskin yang selama ini masih
menggunakan minyak tanah, program ini menyulitkan. Dan kemungkinan
besar lebih mahal.

Masyarakat harus membeli kompor gas baru yang harganya minimal sekitar
Rp 54.000 per buah. Belum lagi tabung gas. Kompor gas hasil tender
Pertamina ini memang jauh lebih murah dibanding harga kompor gas yang
ada di pasar (Rp 200-300 ribu), namun kualitasnya bisa dipastikan jauh
lebih rendah. Dengan kualitas rendah, kompor harus sering diperbaiki.
Orang harus mengeluarkan Rp 15.000 sekali servis.

Kesulitan lain: jika dulu orang miskin bisa membeli minyak tanah
secara eceran, sekitar Rp 2.500 per liter, kini harus membeli satuan
terkecil gas elpiji Rp 15.000 per tabung ukuran 3 kg.

Pemerintah memang juga menjanjikan kompor gas gratis kepada masyarakat
miskin. Namun seperti banyak program subsidi langsung lainnya, program
ini kedodoran di tingkat pelaksanaan. Seorang ibu rumah tangga di
Kelurahan Harjamukti, Depok, mengatakan kepada saya dia harus
menyediakan uang Rp 40-50.000 untuk mendapatkan kompor gratis itu,
hampir sama dengan harga pasar.

Taruhlah kesulitan di masa transisi konversi energi ini bisa
diabaikan. Toh masyarakat sudah terbiasa dengan kesulitan.

(Bukankah dalam jangka panjang, jika matematika Jusuf Kalla benar,
uang Rp 50.000 untuk membeli kompor tetap tak berarti bila dibanding
penghematan Rp 25.000 per bulan?)

Masalahnya adalah: akuratkah matematika Jusuf Kalla?

Jusuf Kalla membuat asumsi yang menyesatkan ketika menyebut harga gas
elpiji hanya Rp 4.250 per kg. Faktanya, harga elpiji akan segera
merangsek naik pula.

Pertamina sendiri kini sudah mengusulkan kenaikan harga elpiji, dan
pemerintah akan menyetujuinya akhir tahun ini, menjadi sekitar Rp
7.000 per kg. Diperparah oleh rendahnya kualitas distribusi, harga ini
bisa jauh lebih mahal di daerah pedalaman Sumatera atau Kalimantan.

Harga Rp 7.000 per kg ini berlaku untuk industri maupun rumah tangga
yang memiliki tabung ukuran 12 kg. Pemerintah memang masih akan
memberi subsidi untuk orang miskin (tetap Rp 4.250 per kg), meski
hampir bisa dipastikan tetap kedodoran di tingkat pelaksanaan.

Jika subsidi untuk orang miskin tidak berjalan semestinya dan orang
dekat-kemiskinan (near poor) akhirnya harus membeli gas elpiji Rp
7.000 per kg, jelaslah gugur semua argumen Jusuf Kalla bahwa konversi
energi ini menguntungkan masyarakat.

Konsumsi gas elpiji per bulan keluarga akan mencapai Rp 84.000, lebih
mahal dari pengeluaran mereka untuk minyak tanah sebelum konversi.
Belum lagi mereka harus mengeluarkan biaya tambahan untuk kompor,
tabung dan biaya servis.

Yang tersisa hanya satu: program ini hanya akan menguntungkan
pemerintah yang telah berhasil sepenuhnya menghapuskan sumbsidi energi
bagi masyarakat.

Jika subsidi dihapus, kenaikan harga gas elpiji tak terelakkan. Gas
elpiji diproses dari minyak (petrol-based), sementara Indonesia hanya
bisa memproduksi sekitar 2 juta ton per tahun, kebutuhan gas elpiji
dalam negeri pada 2010 mencapai 5-6 juta ton. Sekitar 3-4 juta ton per
tahun harus diimpor dari luar negeri, antara lain dari Jepang.

KESIMPULAN

Program konversi energi ini hanya merupakan upaya pemerintah untuk
menghapus seluruh subsidi energi, dengan cara yang melingkar.

Kebijakan ini masih selaras dengan seluruh kebijakan ekonomi
neo-liberal yang dicanangkan Pemerintahan SBY-JK sejak awalnya: hapus
subsidi, privatisasi (seluruh aspek hidup dari energi hingga air
minum), liberalisasi dagang dan investasi.

Apa hasilnya buat masyarakat?

Labels:


Read more!

posted by RB @ 11:53 PM, , links to this post




Silaturahmi 17 Agustusan

Buat saya 17 Agustusan tidak berarti apa-apa kecuali silaturahmi. Terutama sekali dengan tetangga se RT RW. Bukan apa-apa, tetangga adalah saudara paling dekat. Kalau ada apa-apa dengan kita, yang paling diharapkan bantuan siapa lagi kalau bukan tetangga kita.

Kapan lagi bisa ketemu tetangga. Pergi pagi pulang petang. Weekend buat keluarga inti.

Dengan adanya 17 agustusan ini kan, yah lumayan bisa main bola bareng, main voli, atau sekedar rapat jalanan alias ngobrol ngalor ngidul.

Jadi kalau pas lomba futsal atau lainnya, yang dicari sih nggak kemenangan. Paling keluar keringat bareng, ketawa.

Nggak mulk-muluk lah....



Labels:


Read more!

posted by RB @ 5:41 PM, , links to this post




Surat Cinta Dariku Seorang Ayah: Untuk Anakku Tersayang


Nak….., menjadi ayah itu indah dan mulia, dengan itu aku bangga. Besar kecemasanku menanti kelahiranmu dulu belum hilang hingga saat ini. Kecemasan yang besar dan indah itu karena didasari sebuah cinta. Meskipun demikian, ketahuilah, menjadi ayah itu berat dan sulit. Tapi ku akui, betapa sepanjang masa kehadiranmu disisiku, aku seperti menemui makna keberadaanku dan tugas kebapakanku terhadapmu. Sepanjang masa keberadaanmu adalah suatu masa terindah dan paling aku banggakan dihadapan siapapun. Bahkan dihadapan Tuhan sekalipun aku membanggakanmu ketika aku duduk berduaan denganmu dihadapanNya, hingga saat usia senja menanti.


Nak…. ., saat pertama engkau hadir, kucium dan kupeluk engkau sebagai buah cintaku dan cinta ibumu. Sebagai bukti dan pengikat bahwa aku dan ibumu tak akan pernah terpisahkan oleh apapun dan siapapun. Tapi…., seiring waktu berjalan, ketika engkau tumbuh besar dan telah pula pandai bicara, ketika engkau telah mampu membantah suruhanku dengan kata “ ‘NDAK MAU “ tersentak didadaku…! Hingga membuat diriku tersadarkan siapa engkau sesungguhnya…… Engkau ternyata bukan milikku, bukan pula milik istriku ibumu, engkau adalah milik Allah yang dititipkan kepadaku. Dari itu tak ada hakku menuntut pengabdian darimu. Karena pengabdian sesungguhnya hanya patut untukNya.

Sejak saat itu, satu-satunya usahaku adalah mendekatkanmu kepada pemilikmu yang sebenarnya. Tugasku bukanlah membuatmu dikagumi orang lain, tapi tugasku sebenarnya adalah membuatmu dicintai Allah, untuk itu aku harus mendekatkanmu kepadaNya….. Inilah usaha terberatku, karena disitu artinya aku harus terlebih dahulu memberikan contoh kepadamu bagaimana mendekatkan diri denganNya. Keinginanku harus sesuai dengan keinginanNya Sang Pemilikmu agar perjalananku untuk mendekatkanmu kepadaNya tak lagi terlalu sulit.

Kemudian, kitapun memulai perjalanan itu berdua bergandengan dengan ibumu, tak pernah engkau kami biarkan tersandung kerikil tajam, terperosok kelembah hitam. Kugenggam jemarimu kupeluk jiwamu, agar dapat kau rasakan hangatnya perjalanan rohani ini. Saat engkau mengeluh letih berjalan, kutarik engkau dengan belaian sayang karena kita memang tak boleh berhenti. Perjalanan mendekat denganNya tak kenal letih tak kenal berhenti. Berhenti berarti mati mata hati. Inilah kata-kataku……. Acap kali kubelai kupeluk dan kuusap air matamu ketika engkau hampir putus asa.

Akhirnya nak….., kalau nanti…… , ketika semua manusia dikumpulkan dihadapanNya di padang mahsyar, kudapati jarakku amat jauh dariNya, aku ikhlas, aku rela dan aku ridho, karena seperti itulah aku di dunia. Tapi kalau boleh aku berharap…… aku ingin melihatmu disaat itu engkau berada dalam pelukanNya dekat sekali dengan Kasih dan CintaNya.

Bangga aku, aku bangga, karena itulah bukti bahwa engkau yang dititipkan kepadaku telah dapat pula aku kembalikan kepada PemilikNya Allah Rabbul ‘Alamin.

----------
Dibacakan oleh Al-Ustadz Al-Hafizh H. Naziri Al-Fansuri bersama Hj. Neno Warisman.
Dalam acara Peringatan Isra Mi’raj dan Hari Anak Nasional.
Ahad, 03 Agustus 2008 dI Masjid Al-Khaif, Vila Ilhami – Islamic Village, Tangerang.

Labels:


Read more!

posted by RB @ 11:48 PM, , links to this post




Gratis Bicara XL Pascabayar, Promosi Setengah Hati

Beberapa hari lalu, ada promosi satu halaman penuh di harian Kompas mengenai Gratis Becara dari Jam 8 Malam hingga Jam 8 Pagi. Tapiiii... seperti biasa liat dulu syarat dan ketentuannya.

Syaratnya, sekilas terlihat sederhana. Khusus pelanggan XL Pascabayar yang melakukan pembayaran dengan Auto Debit Kartu kredit. Cukupkah hanya itu?

Pertama kali membaca sih saya seneng aja, soalnya selama ini saya melakukan pembayarannya pake kartu kredit. Sekali lagi, Tapiiii....

Masih ada syarat yang lain-lain ternyata. Kalau tagihan kurang dari 100 ribu ya nggak dapat fasilitas ini.

Dan kalau kita baca di link ini dijamin anda akan semakin pusing membacanya dan berpikir.... ini operator niat promosi nggak sih ....

Labels:


Read more!

posted by RB @ 11:28 PM, , links to this post




Masih Perlukah Beli Koran?

Beli Koran? Mmm, sepertinya kok tidak ya.

Kenapa?


1. Bisa baca gratis di kantor. Ada dua koran wajib dikantor yakni Kompas dan Bisnis Indonesia. Jadi mengapa harus beli?

2. Beli koran adalah membeli informasi. Sekarang ini, beli koran adalah membeli iklan. Bagaimana tidak, dengan harga 2000 - 3000 per eksemplar, masak 50% lebih isinya iklan. Padahal pengiklan harus membayar mahal ke penerbit koran. Lha kok pembacanya disuruh bayar iklan yang diiklankan? Kan penerbit koran untung dobel kan?
Seorang teman jurnalis pernah cerita bahwa, koran sekelas kompas, seandainya korannya itu dibagi gratis ke pembaca pun, mereka masih untung.
Jadi mengapa harus beli?

3. Sudah ada internet, yang menyediakan situs berita yang bisa dibaca gratis tis tis. Nggak perlu bayar kecuali kayak koran pelit macam KORAN TEMPO, yang segalanya harus mbayar.
Jadi mengapa harus beli?

4. Ada koran versi internetnya alias epaper. Sampai hari ini, saya baru nemu 4. Yang paling baru punya Republika. Daftar lengkapnya adalah:
- Koran Tempo
- Republika
- Kompas
- Kontan

Jadi mengapa harus beli?






Labels:


Read more!

posted by RB @ 11:33 PM, , links to this post




Indonesian Idol 5, Aris Menang?

Pasti Aris menang, paling tidak di Youtube. Sampai hari ini, video Aris sewaktu tampil membawakan lagu Rasa Yang Tertinggal di Final hari sabtu kemarin sudah dilihat 6.685 kali. Sedangkan Gisel dilihat sebanyak 1.238.

Angka yang dicapai Aris di babak final sebenarnya belum apa-apa dibandingkan video penampilannya di babak audisi, yang telah dilihat orang sebanyak 160.850 kali!!



Labels:


Read more!

posted by RB @ 10:41 PM, , links to this post




Pesawat Qantas Berlubang, Akankah dilarang terbang oleh Uni Eropa?






Labels:


Read more!

posted by RB @ 3:23 PM, , links to this post